DETEKSI.co-Binjai, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), meresmikan Galeri Investasi Syariah di STAI Syekh H Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai dilanjutkan dengan Seminar Pasar Modal yang sekaligus Re-Launching GI BEI Universitas Mikroskil bersama Panin Sekuritas.
Direktur Kepatuhan dan Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kristian Sihar Manulang yang mewakili jajaran Direksi PT Bursa Efek Indonesia, mengucapkan selamat atas Peresmian Galeri Investasi Syariah BEI STAI Syekh H Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai serta berharap akan berfungsi menjadi pusat informasi pasar modal dan bermanfaat untuk masyarakat Provinsi Sumatera Utara (Provsu) khususnya civitas akademika STAI Binjai.
Demikian disampaikan Kristian Sihar Manulang di sela-sela peresmian GI Syariah BEI di Binjai dan relauncing di Mikroskil, Jumat (10/2/2023), Binjai yang dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut, Yusuf Ansori, Deputy Direktur Pengawasan LJK OJK Anton Purba Ketua STAI Syekh H.Abdul Halim Hasan Al Islahiyahn, Junaidi, Presiden Direktur PT.Panin Sekuritas Indra Cristianto serta Kepala Kantor PT. BEI Sumut Muhammad Pintor Nasution pada peresmian dan re-liancing di Mikroskil.
Kristian menyebut Galeri Investasi BEI didirikan untuk mengenalkan pasar modal sejak dini dalam dunia akademisi dan berfungsi sebagai sarana civitas akademika untuk mengenal pasar modal.
Bukan hanya dari sisi teori saja, akan tetapi bisa langsung praktek. Para mahasiswa bisa mengetahui bagaimana terjadinya transaksi jual beli saham.
Kami berharap dengan hadirnya Galeri Investasi BEI ini akan banyak aktivitas sosialisasi dan edukasi yang diselenggarakan di Galeri Investasi Syariah BEI STAI Syekh H Abdul halim Hasan Al Ishlahiyah, ucapnya.
Selain itu, dapat mengaktifkan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) yang nantinya dapat menciptakan iklim kegiatan proses belajar mengajar Pasar Modal yang dinamis di lingkungan kampus.
Lebih lanjut dia sampaikan, BEI selalu mengedepankan dan memperbarui upaya dalam mendukung peningkatan jumlah investor, termasuk upaya mengakselerasi transformasi digital yang telah dilakukan ‘sejak tahun 2019.
Berbagai kegiatan edukasi gencar kami lakukan bersama seluruh pemangku kepentingan di Pasar Modal Indonesia, terutama di saat masa pandemi Covid-19.
Hal ini ternyata berdampak positif bagi terciptanya tonggak baru pencapaian Pasar Modal Indonesia.
Ditambahkan dia lagi, sampai Desember 2022, Single Investor Identification (SID) Pasar Modal Indonesia telah mencapai 10.311.152 SID termasuk di dalamnya 4.439.933 SID Saham atau bertambah lebih dari 2,8 juta SID Pasar Modal.
Pertumbuhan investor ini sangat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga Sumut.
Disamping itu, sebagai upaya untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap eksistensi pasar modal Indonesia dan pertumbuhan investornya.
“Kami juga selalu bekerjasama dengan berbagai instansi termasuk pendirian Galeri Investasi BEI yang saat ini berjumlah 787 di seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Berharap ke depannya Galeri Investasi Syariah BEI STAI Syekh H Abdul halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai yang telah didirikan dapat berperan aktif dalam mengembangkan Pasar Modal Indonesia.
“Disisi lain, dapat meningkatkan partisipasinya pada setiap program sosialisasi yang kami lakukan, sehingga dapat semakin meningkatkan basis investor domestik di Pasar Modal Indonesia, khususnya dari kalangan mahasiswa/i dan masyarakat di Binjai,” tambah Direktur Kepatuhan Pengawas Transaksi BEI itu.
Pendirian GI BEI ini, BEI tersebut kerjasama dengan PT Panin Sekuritas. (Rumapea)