DETEKSI.co-Serdang Bedagai, Untuk memperkuat ketahanan pangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) melakukan kerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan para petani pakar melaksanakan panen bersama melalui Demplot Budidaya Good Agriculture Practices Padi pada klaster binaan Gapoktan Harapan, di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergei), Senin (13/2/2023).
Selebrasi Panen bersama tersebut dilakukan di Desa Pematang Pelintahan Kecamatan Sei Rampah, hadir Sekdaprovsu, Arif Sudarto Trinugroho, Kepala KPw BI Sumut, Doddy Zulverdi, Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya; Deputi Kepala KPw BI Sumut Ibrahim; Kepala Balai Penerapan Standarisasi Instrumen Pertanian (BPSIP) Sumut, Dr. Khadijah EL Ramija; Kepala Bulog Kanwil Sumut, Arif Mandu, Ketua Gapoktan Harapan Jumain, dan lainnya.
Kepala KPw BI Sumut, Doddy Zulverdi melalui sambutannya mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan tugas untuk pengendalian inflasi, Bank Indonesia (BI) turut serta melakukan pengembangan UMKM untuk pembentukan Klaster Ketahanan Pangan, baik di bidang tanaman pangan, hortikultura, maupun peternakan.
“Pendampingan klaster ketahanan pangan yang dilakukan mulai dari sisi hulu ke hilir (secara end to end) dengan bersinergi dan berkolaborasi pada berbagai pihak. Dengan pendampingan yang dilakukan secara intensif diharapkan kelompok tani mampu ‘naik kelas’ menjadi klaster ketahanan pangan yang mandiri dan dapat bermanfaat bagi kelompok tani lainnya,” jelas Doddy Zulverdi.
Lebih lanjut di sampaikan dia, program Klaster Ketahanan Pangan adalah salah satu yang dilaksanakan Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serdang Bedagai yaitu Klaster Padi Gapoktan Harapan yang telah berlangsung sejak Juni 2022. Program tersebut dilaksanakan yakni demonstration plot (demplot) budidaya padi dengan Good Agricultural Practices (GAP) seluas 5 hektar yang terdiri dari 4 (empat) hektar perlakuan non-organik dan 1 hektar perlakuan organik pada Oktober 2022 hingga Februari 2023.
“Selama pelaksanaan program demplot ini, kami turut melibatkan tenaga ahli dari Balai Penerapan Standarisasi Instrumen Pertanian (BPSIP) Provsu juga petani pakar sebagai pendamping program mulai dari persiapan lahan hingga panen,” bebernya.
Program ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) khususnya komoditas beras yang masih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di Sumut. Demplot budidaya dengan Good Agricultural Practices (GAP) merupakan salah satu upaya dari sisi hulu hingga ke hilir untuk meningkatkan produktivitas padi dengan harapan dapat berkontribusi untuk menjaga kestabilan harga beras dari sisi supply,” terangnya.
Selain itu, dengan peningkatan produktivitas, klaster juga mengalami peningkatan kapasitas pemanfaatan teknologi digital melalui Paket Smart Agriculture dan Precision Farming, dan optimalisasi penggunaan pupuk organik.
Program pengembangan klaster padi Gapoktan Harapan akan dilakukan secara bertahap dan multiyear (2022-2027). Tahun 2022 lalu hingga awal tahun 2023 ini merupakan tahun pertama program yang berfokus pada kegiatan budidaya pertanian. Gapoktan Harapan diharapkan dapat mendorong petani mampu melaksanakan teknologi budidaya padi dan implementasi program digital farming sesuai dengan praktik budidaya yang baik.
“Kami berharap, program demplot menggunakan Good Agricultural Practices (GAP) yang telah berjalan menjadi contoh yang dapat direplikasi di seluruh lahan klaster milik Gapoktan Harapan seluas 450 ha. Selain itu, melalui pendampingan multiyears ini, kami juga berharap klaster Gapoktan Harapan tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas tanam namun juga dapat tumbuh menjadi klaster champion yang melahirkan para petani pakar yang menjadi rujukan bagi para petani lainnya,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya mengucapkan terimakasih kepada BI Sumut atas perhatian dan kepercayaannya untuk melaksanakan program Demplot budidaya dengan Good Agricultural Practices padi di Sergai.
“Kami mempunyai target menjadikan Setdang Bedagai sebagai lumbung padi di Sumut. Meskipun saat ini Sergai sebagai salah satu lumbung padi, namun masih kalah produktivitasnya dengan Deliserdang. Mudah-mudahan dengan adanya pembinaan dari BI target tersebut bisa tercapai,” pintannya. (JB Rumapea)