Debat Pertama Pilgubsu, Membuka Kesempatan Kedua Paslon Menyampaikan Visi Misi Membangun Sumut

DETEKSI.co – Medan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) telah merampungkan persiapan Debat Publik Pertama Pilkada Sumut di Hotel Grand Mercure Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Rabu (30/10/2024) malam.

Dalam debat publik pertama ini di moderator oleh Gina Febriona dan Dedi Suyanda, SH, MKn sudah kita putuskan untuk memandu dua pasangan calon yakni pasangan nomor urut 01 Bobby-Surya dan Nomor urut 02 Edy-Hasan berdebat.

Adapun tema dan subtema Debat Pertama Pilgub Sumut yakni Pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan Subtema Pelayanan Publik yakni Pelayanan kesehatan (ketersediaan dokter di daerah, ketersediaan fasilitas kesehatan, digitalisasi pelayanan kesehatan). Pelayanan pendidikan (pemerataan angka partisipasi pendidikan, pendidikan inklusi, digitalisasi dalam pendidikan, ketersediaan guru di tingkat daerah). Optimalisasi pelayanan administrasi birokrasi (digitalisasi dan efesiensi, pengawasan, isu KKN/pungli, good goverment).

Subtema Kesejahteraan Masyarakat yakni Pengentasan kemiskinan (disparitas/ kesenjangan antar wilayah, lapangan pekerjaan, pemberdayaan masyarakat desa/ kota, gelandangan/ pengemis). Problematika sosial terkait pelayanan kesejahteraan sosial (narkotika, geng motor/ begal, judi online). Dampak digitalisasi terhadap masyarakat (penguatan sektor informal, pemberdayaan ekonomi UMKM, pemutusan hubungan kerja).

Ketua KPU Sumut, Agus Arifin dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan debat publik ini merupakan salah satu tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumatera Utara 2024 yang harus dilalui oleh kedua paslon.

Debat kandidat ini diharapkan menjadi referensi masyarakat dalam menentukan pilihan atau pemimpin.

“Kita berharap debat publik ini akan menjadi referensi masyarakat untuk memilih pada 27 November mendatang,” ujarnya.

Menurut Agus, hal ini merupakan kesempatan bagi kedua paslon dalam menyampaikan visi misi didalam membangun Sumut kedepannya kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada para pihak keamanan, partai pendukung dan tim relawan yang sudah bersama menciptakan Pilkada Sumut riang gembira. Harapannya, semoga debat ini berjalan dengan baik dan sukses,” katanya.

Selanjutnya, Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 01, Bobby Afif Nasution mengatakan sebagai provinsi terbesar keempat jumlah penduduknya, saat ini justru masih sulit mendapatkan akses kesehatan. Bobby mengatakan selama dirinya berkeliling di kabupaten/dan kota dalam masa kampanye, banyak yang mengeluhkan akses kesehatan.

Masih banyak masyarakat yang mengeluh termasuk di tingkat pendidikan di SMA dan SMK. Para petani, nelayan, ibu rumah tangga mengeluh, anaknya masih dikutip saat sekolah di SMK dan SMA. Saya pastikan, jika dipercaya memimpin Sumatera Utara, gak ada lagi sekolah SMK dan SMA yang listriknya padam. Akses internet gadak. Saya pastikan gadak lagi kutipan – kutipan lagi untuk SMK dan SMA di sekolah,” kata Bobby.

Selanjutnya, calon Wakil Gubernur Sumut nomor urut 01, H Surya mengatakan ada lima program yang menjadi visi dan misi mereka. Mulai dari program bantuan sosial yang selaras dengan program nasional dalam meringankan beban masyarakat yang berhak membutuhkan.

“Bantuan sosial dan kemudahan mendapatkan kebutuan bahan pokok yang terjangkau. Kemudahan membuka lapangan kerja. Memastikan layanan yang diberikan kepada masyarakat,” ucap Surya.

Sementara, calon gubernur Sumatera Utara nomor urut 02, Edy Rahmayadi mengatakan bahwa merawat sumut sama dengan mencintai bangsa NKRI. Salah satunya membangun desa menata kota. Dengan visi menjadikan Sumut yang unggul, maju, dan berkekanjutan.

“Membangun Sumut yang menjadi provinsi unggul. Mengembangkan potensi SDM. Ideologi politik, ekonomin, sosial, dan budaya serta pengelolaan darurat kondisi alam,” kata Edy.

Edy  juga berjanji jika terpilih kembali menjadi Gubernur Sumut bersama Hasan Basri, akan membawa Sumut ke arah yang terbaik dalam keterbukaan informasi publik.

“Kami akan membawa Sumut menjadi yang terbaik dalam hal keterbukaan informasi,” tutupnya. (Pea)