Harga Jual Kol Ditingkat Petani Dairi Anjlok

Tolpus Purba, Petani Kol di Desa Bangun Kecamatan Parbuluan.
Tolpus Purba, Petani Kol di Desa Bangun Kecamatan Parbuluan.

DETEKSI.co-Dairi, Sekitar dua bulan terakhir, harga jual komoditas kol ditingkat petani anjlok, berbanding terbalik dengan biaya produksi yang meningkat tajam. Hal itu dikeluhkan Tolpus Purba, petani di Desa Bangun Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi, Kamis (24/11/2022).

Dijelaskan, saat ini, harga ditingkat petani Rp600 per kilogram, naik sedikit dibanding harga medio Oktober lalu yang berada di angka Rp500 per kilogram.

Dia menyebut, petani tidak merasakan proteksi konkrit dari pemerintah. Tidak ada penanganan pasca panen, harga pupuk dan sarana produksi lainnya tidak terjangkau, keluhnya.

“Bertani itu seperti main untung-untungan dan seibarat main judi. Jika lagi mujur, produksi baik dan harga membaik. Sebaliknya jika nasib baik sedang tidak berpihak, bisa saja produksi baik tetapi terbentur dengan keterpurukan harga. Tidak ada kepastian”, sebutnya.

Diterangkan, medio Oktober lalu, dari panen sebanyak 1 ribu batang, dia hanya mengantongi penerimaan Rp4,5 juta, sementara cost produksi sedikitnya dikisaran Rp7 juta. Menurutnya, harga ideal agar petani memperoleh untung adalah Rp1000 per kilogram.

Tolpus berharap, pemerintah memiliki program yang benar-benar menyentuh dan menjawab persoalan yang dihadapi petani. (NGL)