Jamson Siburian Tewas Dibacok Usai Minum Tuak

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Jasad Jamson Siburian, korban pembacokan di Desa Gomit Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi, Sabtu (25/9/2021). (istimewa)
Jasad Jamson Siburian, korban pembacokan di Desa Gomit Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi, Sabtu (25/9/2021). (istimewa)

DETEKSI.co-Dairi, Jamson Siburian (56) warga Dusun IV Desa Gomit Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi Sumatera Utara tewas dibacok ibacok sepulang minum tuak di lapo (warung) marga Tobing di desa setempat, Sabtu (25/9/2021) sekira pukul 00.30 Wib.

Informasi diperoleh wartawan dari Kanit Resum Polsek Bunturaja Polres Dairi, Bela Sembiring menyebut, kepala bagian belakan korban diperkirakan dibacok sebanyak 6 kali dan bagian bahu kiri 1 kali bacokan. Korban tewas di TKP.

Sementara itu, usai menghabisi korbannya, tersangka pelaku berinisial BT yang juga pemilik warung, mendatangi Mapolres Dairi di Sidikalang untuk menyerahkan diri. Tersangka pelaku tiba di Mapolres sekira pukul 02.30 Wib. Barang bukti berupa sebilah parang yang dipergunakan turut diserahkan kepada petugas.

“Setelah memastikan korban meninggal, dia berangkat naik motor ke Sidikalang” kata Sembiring.

Diuraikan, sebelum kejadian, pada malam itu korban minum bersama sejumlah warga setempat di warung tersangka, diantaranya Tota Rajagukguk dan Ivan Damanik. Peristiwa diduga berawal dari kalimat bernada risih yang dilontarkan korban.

Usai minum tuak, saat Jamson pulang menuju rumah, pelaku BT berjalan menyusul membawa sebilah parang, dan selanjutnya menghajar dan membacok korban dari belakang hingga tewas.

Tim Polsek Bunturaja segera ke TKP setelah menerima informasi dari Polres Dair. Dilokasi, petugas menemukan korban tak bernyawa dengan posisi bersujud, dan selanjutnya melakukan evakuasi ke RSUD Sidikalang.

Pelaku BT, telah ditahan dan diproses di Polres Dairi di Sidikalang sesuai arahan Kapolres AKBP Wahyudin Rahman.

Sumber menyebut, pada situasi normal, korban dikenal baik. Diduga kalimat risih dilontarkan karena pengaruh minum tuak. Sehari-hari korban berjualan nenas dan berladang. (NGL)