Junimart Girsang Bantu Perlengkapan Sekolah Anak Keluarga Kurang Mampu

Ketua Relawan Junimart Girsang (RJG), Acun Hasiholan Sianturi, menyerahkan bantuan kepada keluarga Marihot Tambunan, Kamis (8/6/2023). (istimewa)
Ketua Relawan Junimart Girsang (RJG), Acun Hasiholan Sianturi, menyerahkan bantuan kepada keluarga Marihot Tambunan, Kamis (8/6/2023). (istimewa)

DETEKSI.co-Dairi, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang, melalui tim kerja menyerahkan bantuan bahan pangan dan perlengkapan sekolah kepada keluarga Marihot Tambunan, warga Desa Lau Sireme Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi.

Donasi diserahkan Ketua Relawan Junimart Girsang (RJG), Acun Hasiholan Sianturi, saat mengunjungi keluarga itu, Kamis (8/6/2023).

Acun menyebut, kegiatan dilakukan untuk menindaklanjuti petunjuk Junimart Girsang yang memberi atensi untuk membantu keluarga Marihot, utamanya untuk keberlangsungan dan kesinambungan sekolah anak-anak.

Awalnya, diperoleh informasi dari Ester Sinaga, seorang Guru SD di Desa Lau Sireme Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi yang mengungkap adanya siswa yang membutuhkan perhatian khusus guna kesinambungan pendidikan. Siswa dimaksud atas nama Agus Tambunan pelajar kelas 5 SD.

Sama halnya dengan Agus, nasib serupa juga dialami abangnya, Andika Tambunan pelajar SMP dan juga adiknya Tio Tambunan yang duduk di bangku SD kelas 4.

“Seragam sekolah mereka adalah pemberian warga. Terkadang, celana longgar lantaran size tidak sesuai”, kata Ester.

Ester berharap, Junimart Girsang dan relawan memberi perhatian khusus sehingga anak-anak itu memiliki seragam sekolah, buku dan perlengkapan yang setara dengan temannya sehingga lebih bersemangat menimba ilmu.

Ester terenyuh melihat Agus sering duduk menyendiri dan minder. Saat makan siang, bontot berisi sayur, sambal tanpa ikan atau hanya ikan asin bakar.

“Saya pernah rekam, Agus makan siang hanya nasi putih dan ikan asin yang dibakar”, ungkap Ester.

Sementara itu, Satiaman boru Panggabean istri Marihot Tambunan mengatakan, kondisi ekonomi keluarganya sangat serat. Kondisi suami kurang sehat, sementara untuk memenuhi kebutuhan keluarga Satiaman bekerja upahan ke ladang warga.

“Tidak ada ladang. Saya hanya kerja upahan untuk menghidupi keluarga berikut 4 anak. Perhari Rp 80 ribu, kotor”, ungkap Satiaman.

Dijelaskan, dia jarang memberi jajan ke anak. Terkadang hanya Rp 1000 kalau ke sekolah. Diungkapkan, putranya, Andika memang gigih cari uang untuk membantu orang tua. Terkadang bersihkan rumah warga, jual beras, panjat duku, kutip coklat dan lainnya.

Kebutuhan sekolah seperti membayar lembaran kerja siswa (LKS) senilai Rp180 ribu diperoleh Andika melalui jerih payah dimaksud.

Satiaman menyambut haru bantuan yang disampaikan Junimart. (NGL)