Kami Berduka, Selamat Jalan Bang Sabam

DETEKSI.co – Jakarta, Saut Sirait, Pendeta HKBP yang sekarang bertugas di Siantar,  barusan berbicara dengan Ara dan Kakak Sondang di Jakarta, Bang Sabam Sirait telah dipanggil, dipangku Allah dalam kemuliaanNya. Dalam kesedihan yang tak bertara, kita berdoa kepada Tuhan untuk memberi kekuatan kepada Kakak Sondang dan seluruh keluarga.
Sabam Sirait, akrab dipanggil dengan Bang Sabam, (Ompung Marsahala Doli), memang telah berpulang ke rumah Bapa di Surga dalam usia 85 tahun, persisnya pada Rabu (29/09) pukul 22.37 WIB di RS Siloam Karawaci.
Banyak yang berduka dengan kepergian Bang Sabam ini selain istri dr Sondang Sidabutar MM, Anak & Menantu:
Maruarar Sirait, S.IP / Shinta Triastuti br Sidabutar, SE, dr Batara Imanuel Sirait, Sp.OG KFER / Tasya Purba, S. Si,
Johan Sirait SH/Cynthia Margaretha br Sidabutar, Mira Sirait, S.Psi. MSc/Putra Nababan, BA. Juga cucu-cucu:
Marsahala Yoshua Sirait, SH, Amaris Sirait, Ayra Sirait, Alaska Sirait, Alva Sirait, Aubriel Nababan, Gabriel Nababan dan Namora Nababan.

Bang Sabam, yang lahir di  Pulau Simardan, Tanjungbalai, Sumatera Utara, 13 Oktober 1936 dan mendapat penghargaan ​​: BINTANG MAHAPUTRA UTAMA, kariernya sangat nyata dari bawah. Pernah menjadi Anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, Anggota DPR RI periode 1973-1982, Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993, Anggota DPR RI periode 1992-2009 dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), periode 2019– sekarang.Di partai politik, kiprahnya mendasar sekali, pernah menjadi Pejabat Sekretaris Jenderal Partai Kristen Indonesia (Parkindo): periode 1963-1967, Sekretaris Jenderal Parkindo periode 1967-1973, Penandatangan Deklarasi Pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), 10 Januari 1973, Sekretaris Jenderal PDI tiga periode: periode 1973-1976; periode 1976-1981; dan periode 1981-1986, juga Pendiri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), September 1998 dan menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI Perjuangan 1998-2008.

Di markas besarnya, di DPP Parkindo Jalan Matraman Raya, Jakarta, dijadikan Bang Sabam sebagai komunitas yang membicarakan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara serta ber-Tanah Air. Dari tempat itu banyak yang memperoleh ilmu, pengalaman dan sebagai tempat berteduh. Tak heran jika media sosial ramai dengan ucapan duka seperti Pdt Saut Sirait tadi, Edward Simanjuntak dan puluhan lainnya.

Ucapan duka  di media sosial, salah satu di antaranya, di grup whatsApp Forum Senior GAMKI, juga memosting dengan foto bersamanya, Rico Dongan Sihombing menuliskan, Beristirahatlah abadi disisiNya Alm SABAM SIRAIT, senior – guru dan motivator GERAKAN BANGGA MEMBANGUN BANGSA DARI DESA – Mekarsari Cimanggis 1995 @ Pusdik PPM Bina Swadaya.
Sikkat Pasaribu menulis agak panjang,Kita Panjatkan Doa, Tokoh Nasional Kita, Tokoh Bangsa, Tokoh Gereja, Pejuang Kita, Wakil Kita. Satu Pesan Alm yg sdh Puluhan Tahun Saya Kenal,Tuhan ambil Nyawaku ketika Saya sdg bertugas, demikian Sikkat yang bertelefon langsung dengan Maruarar Sirait, putra tertua Bang Sabam.
Juga menuliskan ucapan dukanya, Padmono SK, Gandi Parapat, Ridwan Sitorus, Eddi Marpaung dan lainnya anak-anak muda . Bang Sabam memang dekat dengan kaum mileneal dan sebagai politisi handal, Bang Sabam juga menulis buku “Politik Itu Suci”, Pemikiran dan Praktek Sabam Sirait.  edu – en