Maruarar Sirait, S.IP / Shinta Triastuti br Sidabutar, SE, dr Batara Imanuel Sirait, Sp.OG KFER / Tasya Purba, S. Si,
Johan Sirait SH/Cynthia Margaretha br Sidabutar, Mira Sirait, S.Psi. MSc/Putra Nababan, BA. Juga cucu-cucu:
Marsahala Yoshua Sirait, SH, Amaris Sirait, Ayra Sirait, Alaska Sirait, Alva Sirait, Aubriel Nababan, Gabriel Nababan dan Namora Nababan.
Bang Sabam, yang lahir di Pulau Simardan, Tanjungbalai, Sumatera Utara, 13 Oktober 1936 dan mendapat penghargaan : BINTANG MAHAPUTRA UTAMA, kariernya sangat nyata dari bawah. Pernah menjadi Anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, Anggota DPR RI periode 1973-1982, Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993, Anggota DPR RI periode 1992-2009 dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), periode 2019– sekarang.Di partai politik, kiprahnya mendasar sekali, pernah menjadi Pejabat Sekretaris Jenderal Partai Kristen Indonesia (Parkindo): periode 1963-1967, Sekretaris Jenderal Parkindo periode 1967-1973, Penandatangan Deklarasi Pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), 10 Januari 1973, Sekretaris Jenderal PDI tiga periode: periode 1973-1976; periode 1976-1981; dan periode 1981-1986, juga Pendiri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), September 1998 dan menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI Perjuangan 1998-2008.
Di markas besarnya, di DPP Parkindo Jalan Matraman Raya, Jakarta, dijadikan Bang Sabam sebagai komunitas yang membicarakan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara serta ber-Tanah Air. Dari tempat itu banyak yang memperoleh ilmu, pengalaman dan sebagai tempat berteduh. Tak heran jika media sosial ramai dengan ucapan duka seperti Pdt Saut Sirait tadi, Edward Simanjuntak dan puluhan lainnya.