Kisah Sedih Sosok Ibu Penjual Jamu Keliling, Samirah: Sang Pejuang Dhuafa itu Nyata

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co-Batu bara, Kisah sedih sosok Ibu penjual jamu Keliling yang harus menjadi Tulang Punggung menghidupi Suami dan Anaknya di Desa Pakam Kec.Madang Deras Kab.Batu bara.

Diketahui belakangan ini, sejak 2 tahun lalu Ibu Samirah (49 ) harus Rela Banting tulang Demi membiayai hidup Keluarganya, Suaminya Wahid ( 56 ) Sejak 2 tahun lalu Lumpuh dan tidak bisa berbuat apa apa.

Ibu Samirah yang berusaha mengobati suaminya melalui terapi Khusus harus terkendala dengan kelengkapan alat seperti Kursi Roda, agar Rawat Inap suaminya dapat dilakukan di sebuah Rumah Terapi Khusus yang ada di kota Indra Pura Sumatera Utara.

Berusaha dan berdoa menjadi Lakon hidup selama ini, Namun dirinya belum bisa memiliki apa yang diperlukan agar suaminya dapat sembuh kembali.

Beberapa masyarakat Langganan jamu Ibu Samirah yang mengetahui ada nya Sang Pejuang Dhuafa sudah menyarankan agar bisa datang menemui Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan SH.MH. ( Si pejuang kaum miskin ) dan di kenal Sang Pejuang Dhuafa. Namun kondisi dan keaadaan membuat Ibu Samirah hanya Bisa berdoa dan berharap ada Utusan Tuhan datang  menolong dan Membantunya.

Penghasilan Rp 30.000  setiap hari dengan menjual jamu sebagian untuk makan dan Biaya sekolah serta menabung untuk pengobatan Suaminya membuat seorang Ibu ini  harus tetap semangat  demi keluarga tercintanya. Dan sesekali ia harus menangis mengingat nasib hidup yang ia jalani.

Terungkap ini ketika wartawan datang berkunjung dan menanyakan langsung kepada Ibu Samirah, Dalam kunjungan Kapolres Sang Pejuang Dhuafa AKBP Ikhwan SH.MH mengatakan tadinya saya hanya mendengar dari Pembeli jamu langganan sehari hari saya, Namun apa lah daya saya hanya seorang  warga desa yang tinggalnya di pelosok pedalaman kampung, Dan hanya sepeda butut ini sebagai pelengkap menjalani hidup ini.

Dengan tetesan air matanya iapun harus Berpasrah kepada Tuhan yang maha esa. Namun hari ini Allah Tuhan yang maha Esa telah menjawab  semua doa saya.

Dia telah menunjukan kebesarannya dengan tangan seorang Kapolres Sang Pejuang Dhuafa dan telah membantu saya mengabulkan keinginan ku  untuk bisa terus mengobati suami ku yang saat ini Lumpuh hingga tak bisa melakukan apa apa lagi.

Ternyata Pejuang Dhuafa itu Memang nyata benar ada,  Terimakasi Ya Allah kau telah menjawab Do’a ku selama ini  dengan kesedihan mendalam dan rasa haru ia katakan .

Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan SH.MH sejak mengetahui laporan dari kepala Desa pakam yang juga merupakan Ketua komunitas Sedekah jumat ( KSJ)  wilayah Desa Pakam Kab. Batu bara langsung menyambangi keluarga ibu samirah pada Senin (10/1/2022 ). dan menjelaskan keluh kesah seorang ibu penjual jamu keliling ini sangat membuat keinginan saya untuk berkunjung ke kediamanya  walau daerah kampung di pedalaman, ini semua tidak menyurutkan niat saya dalam melakukan bhakti sosial  kepada masyarakat di Kab.  Batu bara.

Hari ini kursi roda yang di inginkan ibu samirah sudah kita berikan juga sedikit untuk perobatan menjalani Terapi suami nya. Saya berharap Ini dapat menjadi berkah untuk Ibu Samirah dan keluarga nya juga untuk kita semua.

Hal yang paling baik dalam hidup ini adalah membantu orang yang membutuhkan Pertolongan. Maka  Perbuatlah apa yang kita bisa untuk menolong orang lain yang kesusahan, ungkap sang Pejuang Dhuafa (Boim)