
DETEKSI.co – Dairi, Badan sungai Lae Nuaha di Desa Kalang, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi tertutup material longsor, selain menutup jalur sungai, longsor juga berdampak pada jebolnya tanggul sungai, mengakibatkan arus air berbelok dan membanjiri lahan pertanian.
Material yang menutup arus sungai berasal dari longsoran tebing di sisi sungai, sementara diatas tebing merupakan permukiman warga di Dusun 3 Desa Kalang.
Ketua KNPI Kabupaten Dairi, Alfriansyah Ujung didampingi sekretaris Desa Kalang, Suri Alam Sianipar di lokasi tanggul yang jebol, Jumat (24/11/2023) mengungkap, jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan berdampak terhadap belasan bangunan rumah yang berdiri membelakangi tebing.
Longsor terjadi, sejak Sabtu (18/11/2023) lalu.
Pasca longsor, jarak bangunan ke bibir tebing, hanya tersisa sekira 2 meter, dan hal itu sangat dicemaskan warga pemilik hunian, Sebut Alfriansyah, sembari berharap tindakan cepat dari instansi terkait.
Ini tidak bisa dibiarkan berlama-lama, butuh keseriusan dan penanganan segera, sekaitan itu tokoh muda ini mengajak Kabid SDA Dinas PUTR Dairi meninjau lokasi.
Alfriansyah meminta, Pemerintah Kabupaten Dairi berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk kepada instansi tekhnis di Pemprov Sumatera Utara mengingat keberadaan sungai Lae Nuaha yang menjadi kewenangan Provinsi.

Selain, mengancam permukiman, jalur sungai yang tertutup material longsor dan menjebol tanggul, juga mengancam keberlangsungan budidaya pertanian warga.
Aliran sungai Lae Nuaha merupakan sumber irigasi Sikaleut. Ratusan hektar persawahan di Desa Kalang dan di Huta Imbaru bergantung pada sungai Lae Nuaha.
“Jika tanggul dan jalur sungai tidak segera dinormalisasi, akan berdampak pada keberlangsungan ratusan hektar lahan persawahan warga”, tambah Alfriansyah.
Lokasi tanggul yang jebol berada tak jauh dari Mako Polsek Sidikalang.
Surialam menimpali, pada jalur sungai dimaksud, setidaknya terdapat tiga titik longsor diarea berdekatan. (NGL)