DETEKSI.co–Jakarta, Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Perkumpulan Pergerakan Rakyat Semesta Indonesia (Perisai) mendukung pelaksanaan acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 114 digelar di Tugu Lilin Kota Surakarta, pada tanggal 20 Mei 2022 mendatang. Tugu Lilin atau Tugu Kebangkitan Nasional di Kota Surakarta merupakan tempat tonggak sejarah lahirnya pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Perisai Mohammad Fathur Rahman SE menyebutkan, keputusan panitia menggelar Harkitnas ke 114 di Tugu Lilin Kota Surakarta seakan mengingatkan kembali sejarah pergerakan pemuda pada tahun 1933 silam.
“Kita (Perisai) mendukung sekali Harkitnas dilaksanakan di Solo. Bangunan Tugu Lilin itu sarat dengan sejarah pergerakan kemerdekaan, yang juga dianggap sebagai simbol peringatan 25 tahun berdirinya organisasi pergerakan Boedi Oetomo,” kata Fathur sapaan akrab Mohammad Fathur Rahman saat dikonfirmasi awak media, Selasa (17/5/2022) pagi.
Menurut Fathur, Tugu Lilin yang terletak di sudut Jalan dr. Wahidin dan Jalan Kebangkitan Nasional, Solo, Jawa Tengah, tersebut, menyimpan sejarah bangkitnya semangat nasionalisme bangsa Indonesia ketika menghadapi penjajahan.
Saat ini, sergahnya kemudian, pergerakan pemuda maupun ormas harus mampu meneruskan cita-cita kebangsaan, yang memerdekakan rakyat dari belenggu dampak pandemi Covid-19 saat ini, yang mempersatukan segenap elemen bangsa untuk bangkit dan bergotong royong dalam memulihkan ekonomi rakyat, yang merekatkan persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman suku, budaya, agama dan adat istiadat.
“Iya, semangat itu (Harkitnas) sangat diperlukan sekali untuk terus digelorakan sampai ke pelosok Tanah Air. Semangat dan optimisme pergerakan kemerdekaan harus terus ditumbuhkan dari generasi ke generasi,” tegas Fathur.
Momentum Kobarkan Sikap Nasionalisme
Secara terpisah, Ketua Panitia Harkitnas ke 114 Nirmala Firdaus menuturkan, momentum Harkitnas 2022 perlu kembali mengobarkan semangat kebangkitan nasional dan sikap nasionalisme yang menyatukan segenap elemen bangsa menuju cita-cita kemerdekaan.
“Semangat Kebangkitan Nasional mengajarkan kita untuk selalu optimis dalam menghadapi masa depan, merekatkan kembali persatuan dan kebersamaan untuk bangkit menyongsong masa depan yang lebih baik dalam menghadapi semua tantangan dan persoalan sebagai penerus ketangguhan bangsa ini,” kata Nirmala, Senin (16/5/2022).
Nirmala menyampaikan, saat ini polarisasi secara politik yang terjadi di tengah masyarakat akan sangat berbahaya bagi kehidupan bangsa Indonesia ke depannya. Hal tersebut, menurut dia, akan menciptakan iklim politik identitas yang saling menjatuhkan satu sama lain dan saling curiga satu sama lain.
Oleh karena itu, sambung Nirmala, semangat Kebangkitan Nasional menjadi wajib digaungkan kembali, dan perlunya merekatkan persatuan bangsa tanpa membedakan agama, suku, ras, antar golongan serta mempererat kebersamaan untuk bangkit menyongsong masa depan yang lebih baik.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Panitia Harkitnas ke 114 Jeff Sondakh. Ia tak menampik bahwa pelaksanaan Peringatan Harkitnas ke 114 bakal berlangsung di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah.
“Acaranya akan diadakan di Solo, karena di sanalah – dimana berbagai organisasi pergerakan kemerdekaan bersatu, dan mewujudkan tekadnya untuk Indonesia Merdeka dengan membangun Tugu Lilin dalam Peringatan 25 tahun Kebangkitan Nasional pada tahun 1933 silam,” kata Jeff Sondakh.
Saat itu, menurut dia, masa pergerakan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran bersama seluruh rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Sudah saatnya bangsa Indonesia kembali bersatu dengan semangat kebangkitan nasional demi membangun masyarakat yang adil makmur demi kemajuan bersama,” tandas Jeff Sondakh.
Perlu diketahui, tema acara Harkitnas ke 114 ini yaitu, “Semangat Kebangkitan Nasional” dengan tagline “Bangkit Indonesia!”.
Acara tersebut rencananya akan dihadiri oleh sejumlah pucuk pimpinan Pemerintah Kota Surakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan tokoh-tokoh nasional lainnya. (EDO)