DETEKSI.co – Tapaktuan, Pasca dipotong dan ditiadakanya tunjangan khusus (TC) Aparatur Sipil Negara (ASN) menyebabkan kinerja pegawai di Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Aceh Selatan dinilai kurang maksimal.
Hal ini ditandai oleh sepinya perkantoran di Aceh Selatan. Kondisi tersebut terlihat dari hasil pemantauan awak media, Rabu (21/7/2021).
“Sejak pukul 10.00 WIB, suasana perkantoran di pusat Kota Tapaktuan terlihat sepi. Justru ASN ramai di warung kopi,” ungkap sumber di salah satu warkop Tapaktuan yang tidak mau disebut namanya, Rabu (21/7/2021).
Ia menyebutkan, sepinya suasana kantor bukan satu atau dua saja melainkan hampir semua kantor di pusat Kota Tapaktuan. “Sepinya perkantoran dari aktifitas ASN, mungkin karena masih suasana atau di hari kedua Hari Raya Idul Adha 1442 H ini,” cetusnya seraya tidak menyalahkan ASN memilih ngopi di warung – warung.
Menurutnya dalam hal ini pegawai tidak salah, karena di kantor mereka tidak tersedia lagi kue dan kopi. “Maklumi sajalah,” ucapnya.
Menanggapi hal ini, Kepala BPKD Aceh Selatan Syamsul Bahri SH ketika dikonfirmasi menjelaskan, pemotongan dan peniadaan TC ASN adalah kebijakan Pusat. “Sebelumnya TC ASN dipotong, tetapi mulai Juli 2021 dan seterusnya ASN tidak lagi menerima TC dan hanya mengandalkan gaji bulanan,” jelasnya.
Kedepan lanjutnya, pihaknya tidak tahu pasti apakah ASN kembali menerima TC atau tidak karena semua wewenang itu ada di Pusat. “Jika nanti pusat menyatakan TC itu ada, maka akan kita bayar,” pungkas Syamsul. (Sby)