DETEKSI.co – Medan, Sungguh miris dan tidak patut di tiru, prilaku seorang pendidik sangat tidak mendidik. Akibat mengungkap praktek dugaan pungli di sekolahnya, pihak sekolah SD Negeri keluarkan salah satu orang tua siswa dari Group Wa (WhatsApp) sekolah.
Peristiwa ini terjadi di salah satu sekolah terbaik yakni SD Negeri Percontohan di Medan, dimana salah satu orang tua siswa berinisial JS, ia di keluarkan dari Group Whaatshap (Wa) sekolah oleh pihak sekolah gara – gara orang tua siswa tersebut berani membuka aib sekolah dengan membeberkan sejumlah praktek dugaan pungli di SD Negeri tersebut.
Hal tersebut di sampaikan orang tua siswa berinisial JS di hadapan beberapa orang tua siswa lainnya, Minggu (11/7/2021) di Medan.
JS mengungkapkan bahwa praktek dugaan pungli tersebut nyata dan benar terjadi di SD Negeri Percontohan Medan sebesar Rp.750.000 /Siswa untuk pembayaran kelas unggulan dan pernyataan JS tersebut di dukung oleh beberapa orang tua siswa seperti TM, TS dan beberapa orang tua lainnya yang tidak ingin namanya di sebutkan.
JS yang merupakan orang tua siswa korban pungli tersebut dengan bukti bukti yang ada dalam waktu dekat ini rencananya akan melanjutkan kasus ini ke proses hukum termasuk dana LKS dan Komite sekolah, ujarnya.
Dan Kepala Sekolah selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KUA) harus mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran sekolah, dan JS meminta kepada Walikota Medan Boby Nasution untuk segera mengaudit Penggunaan anggaran sekolah di SD Negeri Percontohan, karena di sekolah tersebut di duga sarat terjadinya penyimpangan penggunaan anggaran.
Untuk bisa mengungkap itu semua Wali kota Medan Bobby Nasution dengan kewenangannya agar mengumpulkan semua orang tua siswa untuk di mintai keterangan tentang apa yang terjadi di sekolah SD Negeri Kebanggaan Sumut tersebut, ujar JS.
Berikut percakapan JS dengan Kepala Sekolah melalui aplikasi Whaatshap : “Selamat pagi Pak Regar yang baik hati…
Saya merasa selama ini Bapak adalah orang tua yg baik & mendukung program sekolah Waktu sosialisasi Pak regar hadir, Tidak usah diperpanjang karena tidak ada manfaat untuk kita semua datang saja ke sekolah jumpai wali kelas ya Pak. Mana ada orang mengotori rumah sendiri Mohon maaf Bapak pengacara…Kami bangga ada orang tua siswa pengacara hebat yang bisa membela sekolah dari orang-orang yang ingin merusak nama baik sekolah
Sukses & sehat selalu demi masa depan anak2 kita ya pak.
Ketika di konfirmasi wartawan, Minggu (11/7/2021) kepad Kepala Sekolah SD Negeri Percontohan Dra. Fauziah Pasaribu alasan di keluarkannya JS dari group Wa sekolah hingga kini belum ada tanggapan kepada wartawan.
Ketua Komisi B DPRD Medan Surianto SH, ketika di hubungi ke ponselnya untuk di mintai tanggapan terkait hal tersebut hingga kini belum ada tanggapan. (Tim)