Walau Sudah Mutasi AKBP Ikhwan Lubis Tetap Kunjungi Kaum Dhuafa

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co-Batu bara, Sosok Polri panutan ini tak pernah mengenal lelah dan selalu dekat dengan masyarakat  juga warga Dhuafa di wilayah hukum Polres Batu bara.

Dialah Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan SH.MH sosok pejuang Kaum Dhuafa, meski dirinya sudah di mutasi menjadi Kabagdalops Roops Polda Sumut, Namun jiwa Sosial yang di miliki AKBP Ikhwan SH.MH tak pernah surut.

Terpantau para Awak media Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan SH.MH melakukan Kunjungan kepada 3 bersaudara yang ditinggal orang tuanya, pada Selasa ( 26/1/2022 ). Di Desa Lubuk Cuik Kec. Lima puluh Pesisir, Kab. Batu bara.

Putri Umairah 14 tahun dan kedua Kakak laki lakinya menjadi anak tangguh  berikut ini yang terpantau Media dan Sang Pejuang Dhuafa warga Desa Lubuk Cuik yang di tinggal kan kedua orangtuanya dan harus berjuang dengan berjualan bakso goreng sambil bersekolah.

Hal ini diketahui Kapolres Batu bara saat ada Viral di Media Sosial pada pekan Lalu, Putri Humairah dan kedua Kaka kandungnya, menjadi korban penelantaran orang tuanya saat 3 tahun yang lalu, Dengan berdagang Bakso goreng milik tetangga mereka setiap hari bisa mengumpulkan pundi pundi uang 15 ribu untuk biaya hidup sehari hari, ini di katan Lang oleh Putri saat Kapolres Batu bara langsung mengunjungi dirinya di Sekolah nya SMP Negeri 1 Desa Bulan bulan Kec. Lima Pesisir kab. Batu bara pada Selasa (26/1/2022).

Putri juga mengatakan inilah hidup yang kami jalani bersama 2 Kaka laki laki saya,  Sejak 3 tahun belakangan ini Ayah dan ibu saya entah kemana , Setelah pergi merantau dan ingin mengubah hidup yang lebih baik mereka hilang kontak dan tak ada kabar berita sama sekali, hingga kami harus berusaha sendiri melanjutkan Pendidikan sampai sekarang dengan  harus bekerja apa saja yang kami bisa.

Saya sendiri harus berjualan bakso goreng dan kedua Kaka saya harus bekerja ngomben sawit dan sawah milik orang, ke semua hasil kerja kami yang sehari bisa mendapat 15 ribu ini  kami pergunakan untuk makan sehari hari dan biaya sekolah. Namun kami Takan pernah menyerah dan sampai sekarang kami bertiga masih bersekolah walau terkadang makan hanya 1 kali sehari itupun harus di bantu tetangga di Desa kami.

Harapan kami bertiga kepada kedua orang tua kami kalau lah Masi hidup , agar pulanglah lihat anak anak ibu dan bapak, kami masih ingin hidup dan memiliki ayah serta ibu yang bisa menjaga kami disini. Dengan tetesan air mata kerinduan Putri berharap melalui para awak media yang ada

Semetara Kapolres Sang pejuang Dhuafa AKBP Ikhwan SH.MH. Yang terharu dan berjiwa sosial ini sembari menjemput Putri dari Sekolahnya langsung membawa pulang Putri dan kedua Kaka kandungnya menuju ke kediaman rumah Gubuk Reyot yang menjadi tempat tinggal ke tiga bersaudara ini.

Berbekal Alat masak dan penggorengan Kapolres mengatakan sengaja saya datang membawa  perlengkapan ini agar Putri dan Kedua Kaka nya bisa berwiraswasta dengan berjualan gorengan bakso sendiri , demi melanjutkan masa depan mereka yang masih panjang.

Melakukan bantuan sosial bagi saya tidak cukup sampai di sini saja ,  mereka harus bisa berusaha agar bisa mendapatkan pundi pundi penghasilan seperti berdagang setiap harinya. Harapan saya juga ini menjadi motifasi baik bagi mereka . Dengan ini semua hari hari mereka akan ada pemasukan yang dapat di pergunakan untuk makan dan biaya sekolahnya, jelas Kapolres.

Kesedihan memecah saat Putri sangat kangen kepada orangtuanya dan berharap kembali ke sisi mereka , hingga membuat sosok Pejuang Dhuafa ini pun meneteskan air matanya. ( Boim ).