Panda Nababan: MPG Harus Disiplin, Akurat dan Cerdas Menangkan Ganjar Pranowo Jadi Presiden RI

Panda Nababan (tengah) Narasumber Rapat Kerja dan Konsolidasi DPW Masyarakat Pendukung Ganjar (MPG) Provinsi Sumatera Utara, Jumat (28/4/2023 dok. foto istimewa).
Panda Nababan (tengah) Narasumber Rapat Kerja dan Konsolidasi DPW Masyarakat Pendukung Ganjar (MPG) Provinsi Sumatera Utara, Jumat (28/4/2023 dok. foto istimewa).

DETEKSI.co-Medan, Saat ini, sudah banyak program Presiden Jokowi di nikmati oleh masyarakat miskin salah satunya seperti BPJS, KIP dan juga pembangunan yang berkeadilan dari Sabang sampai Merauke, seluruh masyarakat telah menikmati pembangunan tersebut.

Presiden Jokowi itu bukan latar belakang orang berdarah biru, bukan pula dari keturunan yang Ayahnya merupakan seorang Jenderal dan bukan pula keturunan dari orang kaya berat, tidak demikian, dia hanya seorang masyarakat kecil dan hanya berprofesi sebagai tukang kayu yang tinggal di bantaran sungai dan bisa melejit jadi Presiden artinya kita semua masyarakat kecil juga bisa ada kesempatan dan peluang menjadi seorang pemimpin. Maka dengan kehadiran Ganjar Pranowo dan dia juga memiliki kesamaan bahwa datang dari masyarakat biasa.

Saat ini sama sama kita mengetahui bahwa kau milenial sangat ketergantungan dengan Gadget, teknologi gadget saat sangat dibutuhkan pada usia 17 an sampai 50 tahun untuk mendapatkan informasi, hal ini diketahui, begitu bangun langsung memegang ponsel dan berdasarkan survey sekitar 80% pengguna gadget.

Maka dari Masyarakat Pendukung Ganjar (MPG) Sumatera Utara (Sumut) harus memiliki sarana seperti Podcast dan medsos lainnya, juga orang yang memahami Ilmu Teknologi (IT) ada di dalam pengurus MPG ini, jika itu tidak ada maka wassalam.

Diketahui, banyak masyarakat Indonesia yang menginginkan Ir. Joko Widodo (Jokowi) menjadi 3 periode akan tetapi karena konstitusi tidak mengkehendaki, namun demikian, Tuhan itu sangat sayang terhadap umatnya dengan menampilkan Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 dari PDIP.

Mari kita membandingan 10 tahun masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden dan 10 tahun Jokowi pula berkuasa, perbandingannya ibarat langit dan bumi, jadi Peninggalan SBY itu Hambalang kini jadi Tugu, kata Panda Nababan saat menyampaikan pemaparannya di acara Rapat Kerja dan Konsoslidasi DPW MPG Sumut JW Marriot Medan, Jumat (28/4/2023).

“Jadi kalau mau hattrick, suka dan tidak suka harus memiliki yang namanya disiplin, akurat dan cerdas dan itu saya tidak ragu kenapa karena itu ada di MPG,”kata Panda.

Evaluasi itu sangat penting, dengan memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo orang yang terdekat dengan kita, anta lain keluarga istri, keluarga suami, sahabat atau teman dari anak, maupun kolega kita, perlu kita memberitahukan tentang hal-hal apa yang dikerjakan oleh MPG sampai hari ini, jika itu dilakukan namanya information on the power.

Sambung Panda, pertemuan ini sangat bersejarah dan mahal karena tidak banyak orang mengetahui apa yang kita bahas siang hari ini, pembahasan hari ini mengenai kelemahan-kelemahan yang harus tidak perlu terjadi ke depan maka untuk menjadi garda terdepan dalam hal mensosialisasikan Ganjar pranowo perlu siasat yang masif.

Indonesia ini miskin dalam legenda, maka sebenarnya kita merindukan seorang sosok pemimpin setelah bung Karno, maka ada Jokowi dan itu dikenang masyarakat, selanjutnya kita ingin mencetak legenda itu dengan menampilkan figur kepemimpinan yang pro rakyat dan itu ada pada Ganjar Pranowo.

Pergantian pemimpin tidak boleh membelokkan keberlanjutan perjuangan bangsa harapan tersebut disampaikan panda Nababan usai memberi arahan dan bimbingan pada rapat kerja dan konsolidasi masyarakat pendukung Ganjar mbg Sumut di hotel JW Marriott Medan. (Red)