Pernah Dihadiahi Bola oleh PTAR, Remaja Mantan Pasien Katarak Raih Berbagai Prestasi di Sepakbola

Alfandi dengan seabrek prestasi individu dan tim di dunia sepakbola. (DETEKSI.co/Zatam)

DETEKSI.co – Langkat, Ditengah keterbatasan fisik dan finansial tidak menyurutkan niat Alfandi menggapai cita-cita menjadi pesepakbola profesional. Siswa kelas 1 SMPLB Negeri Handayani Binjai itu, setiap sore hari selalu mengasah kemampuan di lapangan sepakbola yang ada di kampungnya.

Bagi Alfandi, rintangan yang mendera menjadi motivasi agar terus bersemangat bergerak maju tanpa kenal lelah dan menyerah. Rintangan harus dilihat sebagai peluang untuk tumbuh, belajar, dan mencapai potensi optimal. Rintangan bukan akhir dari segalanya, melainkan peluang untuk berkembang.

Upaya untuk terus berkembang menjadi pesepakbola handal mulai memperlihatkan hasil. Kurun satu tahun terakhir, anak bungsu pasangan Almarhum Sukardi dan Rohana ini meraih banyak prestasi di dunia sepakbola. Walau masih level kabupaten, prestasi individu dan tim yang diraih cukup pantastis, membuat Alfandi semakin optimis menggapai cita-cita.

Ditopang bakat serta keuletan dan ketekunan, raihan prestasi yang diraih Alfandi tidak terlepas dari sentuhan lembut PT Agincourt Resources (PTAR). Pengelola Tambang Emas Martabe yang beroperasi di Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan ini, telah memberi secercah sinar bagi Alfandi. Operasi Katarak Gratis Agincourt Resources pada tahun 2023, membuat Alfandi terbebas dari penyakit katarak.

Sebelum naik meja operasi pada tanggal 11 November di RS Mata Mencirim 77 Medan, Alfandi mengalami gangguan penglihatan sejak usia bayi. Mata sebelah kirinya tidak berfungsi dengan baik. Penglihatan kabur dan buram, sehingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Oleh dokter, ia didiagnosa menderita katarak.

Sebagai orangtua tunggal yang ditinggal mati suami, Rohana, ibu Alfandi, tidak dapat berbuat banyak. Ia harus menghidupi keempat anaknya dengan penuh perjuangan. Rohana yang cuma mengenyam pendidikan dasar ini, hanya bisa membuka warung kecil di depan rumah, untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak-anak.

Beruntung, PT Agincourt Resources menyelenggarakan Operasi Katarak Gratis di RS Mencirim 77 Medan. Rohana langsung mendaftarkan Alfandi menjadi peserta operasi katarak. Tangan lembut petugas operasi akhirnya membuat penglihatan remaja yang memiliki kemapuan olah bola diatas rata-rata ini terang benderang.

“Alhamdulilah, sudah satu tahun lebih anak saya melihat dengan normal,” ucap Rohana, saat disambangi WahanaNews.co di kediamannya, di Pasar 2 Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Langkat, Jumat (1/11/2024).

Rohana menuturkan, sejak bisa melihat dengan normal, semangat Alfandi untuk menjadi pesepakbola profesional semakin berkobar. Bagi Alfandi, tiada hari tanpa berlatih sepakbola. Namun walaupun demikian, remaja yang pernah dihadiahi bola oleh Senior Maneger Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono ini, tidak mengabaikan pendidikan formalnya di SLB Negeri Handayani.

“Sangat gila dengan sepakbola. Hadiah bola yang dulu diberikan oleh ibu Katarina, dia simpan walau telah rusak,” ujar Rohana.

Ditengah kehidupan yang semakin bermakna, sedikit kesedihan terlintas diraut wajah ibu paruh baya itu. Walau telah terbebas dari katarak, Alfandi masih mengalami keterbatasan pendengaran (disabilitas rungu), disertai dengan ketidakmampuan bicara. Beberapa tahun lalu, Alfandi sempat memakai alat bantu dengar (in the ear). Namun seiring dengan berjalannya waktu, alat tersebut rusak.

“Belum bisa untuk menggantinya. Padahal alat tersebut sangat diperlukan Alfandi saat belajar di sekolah maupun latihan bola,” keluh Rohana.

Walau berpengasilan rendah, Rohana bertekad akan mengupayakan penggantian alat bantu dengar yang telah rusak tersebut, sehingga kedepan anak bungsunya itu tidak terkendala dalam berkomunikasi maupun beraktivitas lainnya.

“Disamping menabung dikit-dikit, saya juga berdoa dengan harapan ada dermawan yang memberi perhatian buat Alfandi,” pungkasnya. (Zatam)