DETEKSI.co-Medan, Pada tahun 2023 ini, bahwa perekonomian Sumatera Utara (Sumut) terus berlanjut mengingat masa pandemi mulai longgar di tahun sebelumnya. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumut, Doddy Zulverdi menyampaikan, bahwa tren pemulihan ekonomi Sumut terus berlanjut dengan mencatatkan pertumbuhan 5,26% (yoy), pada triwulan IV-2022 lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.
Hal tersebut di dorong konsumsi rumah tangga yang menguasai pangsa terbesar dari sisi pengeluaran dengan catatan peningkatan di triwulan IV 2022, sejalan atas masuknya periode HBKN Nataru dari hasil tercerminan Survei Penjualan Eceran (SPE) yang meningkat secara khususnya untuk makanan, minuman (mamin) dan tembakau, maupun peralatan rumah tangga.
Sementara dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian yang memiliki pangsa terbesar mengalami peningkatan pada puncak masa panen kelapa sawit juga tren peningkatan NTP dengan harga rata-rata gabah kering giling dan panen seiring kembali pulihnya permintaan.
Hal tersebut disampaikan, Doddy Zulverdi saat menggelar Bincang Bareng Media (BBM) Bulanan Bulan Februari 2023 yang digelar secara offline dan online, Rabu (1/3/2023).
Seiring hal itu, pemulihan ekonomi nasional lanjut dia, kinerja ekonomi Sumut juga tetap tumbuh. Hal ini terlihat dari tercerminan beberapa indikator ekonomi seperti peningkatan Indeks Penjualan Riil yang mengindikasikan tetap kuatnya aktivitas perdagangan dan dunia usaha.
“Mobilitas juga tetap tinggi yang tercermin dari perkembangan penumpang angkutan udara yang terus meningkat. Survei kegiatan dunia usaha juga menunjukkan peningkatan, terutama pada beberapa Lapangan Usaha (LU) utama seperti Industri Pengolahan, Perdagangan dan Transportasi. Perkembangan harga komoditas terkini menunjukkan kenaikan harga.
Dari hasil liaison Bank Indonesia (BI) mengkonfirmasi adanya perbaikan permintaan baik ekspor maupun domestik dibandingkan tahun lalu. Per Februari 2023, korporasi menyatakan terdapat penurunan biaya-biaya,“ paparnya.
Intermediasi Perbankan untuk kredit di Sumut tercatat tumbuh positif dengan angka mencapai 3,24% (yoy). “Kinerja kredit perbankan diwarnai dengan pola seasonal awal tahun, terlihat dari penyaluran kredit yang masih melambat, sementara tren pelunasan kredit yang besar sejalan dengan membaiknya kinerja usaha. Kenaikan pelunasan kredit berasal dari kredit modal kerja.
Di sisi lain, kredit investasi dan konsumsi masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat meski melambat dari bulan sebelumnya,“ ucapnya lagi.
Kemuadian dari sisi sektoral bilang Doddy Zulverdi lagi, penyaluran kredit pada sektor Pertanian, Industri Pengolahan, PBE dan Konstruksi mengalami perlambatan.
“Dunia usaha di Sumut diperkirakan masih mengandalkan tabungan untuk mendanai aktivitas usahanya. Kredit perkebunan sawit dan karet yang termasuk ke dalam kredit pertanian mengalami kontraksi pada awal tahun 2023,” tutupnya mengakhiri. (JB Rumapea)