DETEKSI.co-Dairi, Kepala Desa Lau Bagot, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Sunardi, menjalin sinergitas dan silaturahmi dengan pemuka dan umat lintas agama di Desanya. Hal itu dilakukannya untuk membina keharmonisan dan kerukunan antar umat yang selama ini tetap terpelihara.
“Kami bangga, karena selama ini, keharmonisan ditengah warga desa Lau Bagot yang multi etnik dan agama, terbina sangat baik, dan kondisi tersebut diharapkan akan terus terbina dan terpelihara”, sebut Sunardi kepada sejumlah wartawan pada pertemuan silaturahmi, Jumat (22/12/2023).
Menurutnya, hal tersebut tercipta atas peran semua pemangku kepentingan termasuk diantaranya tokoh masyarakat, adat dan tokoh agama.
Guna menjaga iklim sedemikian baik dan untuk mendekatkan diri kepada warga, Sunardi membangun kemitraan dan sinergitas dengan pemuka dan umat lintas agama.
Diterangkan, diwilayah desa yang dipimpinnya, terdapat 11 rumah ibadah yang terdiri dari 1 bangunan Mesjid 1 dan 10 Gereja.
Sosok yang baru menjabat Kades Lau Bagot sejak tahun 2021 lalu itu menyebut, dalam membina komunikasi dengan umat dan tokoh lintas agama, pihaknya melakukan interaksi dan komunikasi, diantaranya, menyumbangkan alat kebersihan seperti sapu, tong sampah dan peralatan lainnya untuk rumah-rumah ibadah.
Ia mengatakan, dalam berbagai agenda silaturahmi yang dilakukan, selalu mendapat sambutan dan apresiasi dari para pemimpin umat seperti Ustad, Pastor dan Pendeta .
Ditambahkan, kegiatan sejenis telah dilakukan sebelum dirinya dipercaya menjadi Kades.
Sunardi, yang selain tupoksinya sebagai Kepala Desa, bersama ayahandanya, Sadimin (67) juga membuka usaha kolam renang.
Kepada wartawan, Sadimin dan Sunardi menerangkan membangun kolam renang di desanya diawali dari niat membantu masyarakat. Dikatakan, sebelumnya, untuk berenang sebagai kegiatan ekstra kurikuler anak-anak sekolah di Kecamatan Tigalingga, dan kecamatan yang berdekatan, harus dilakukan ke Sidikalang. Dengan keberadaan kolam renang di desanya, biaya dan waktu menjadi terhemat.
Selain itu, faktor lain yang mendorong pembukaan bisnis tersebut adalah minimnya lokasi dan sarana wisata diwilayah tersebut.
Sekarang, kolam renang itu, banyak dikunjungi pelajar dan masyarakat umum, terutama penduduk Kecamatan Tigalingga, Gunung Sitember dan Tanah Pinem.(Ngl)