DETEKSI.co-Batam, Kota Batam resmi dipilih sebagai salah satu dari dua kota percontohan proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI). Menanggapi penunjukan ini, Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, menyatakan dukungannya penuh terhadap pelaksanaan program dan menyebut Batam sangat ideal untuk transisi energi menuju kota rendah emisi.
“Kami sangat mendorong agar seluruh elemen masyarakat turut mendukung keberhasilan program ini. Dengan pemanfaatan energi terbarukan, kita bisa mengurangi emisi karbon dan memperbaiki kualitas udara di Batam,” ujar Jefridin, usai menghadiri peluncuran proyek SETI di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Rabu (25/6/2025).
Ia menjelaskan, sinar matahari di Batam memiliki intensitas tinggi dan konsisten, menjadikannya sangat cocok untuk pengembangan energi surya sebagai bagian dari solusi energi bersih.
Menjawab pertanyaan soal kebijakan pendukung dalam penerapan bangunan hijau dan infrastruktur berkelanjutan, Jefridin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam siap menyesuaikan regulasi daerah dengan kebijakan nasional yang berlaku.
“Tentu akan ada aturan turunan. Bangunan hijau memiliki mekanisme tersendiri, dan kita akan padukan dengan kebijakan daerah agar implementasinya selaras dan tepat sasaran,” jelasnya.
Jefridin menekankan, transisi energi bukan hanya soal teknologi, melainkan juga melibatkan perubahan pola pikir, partisipasi masyarakat, serta dukungan kebijakan yang adaptif. Oleh karena itu, Pemko Batam berkomitmen untuk memperkuat regulasi dan kolaborasi lintas sektor agar proyek SETI dapat berjalan optimal.
Sebagai kota industri dan kawasan ekonomi strategis, Batam diharapkan dapat menjadi model nasional dalam penerapan kebijakan energi terbarukan dan konservasi energi di sektor bangunan dan perkotaan. (Hendra S)



