DETEKSI.co-Medan, Ketua DPW Masyarakat Pendukung Ganjar (MPG) Sumatera Utara, Budiman Pardamean Nadapdap, SE mengapresiasi analisis Badan Inteljen Indonesia sehingga menimbulkan penolakan Timnas Israel U-20 di Bali, semata mata tujuannya demi keselamatan bangsa dan Negara.
“Membuktikan analisis intelijen itu, lewat tragedi Kanjuruhan dimasukan FIFA dalam memberi sanksi terhadap Indonesia, kendati demikian yang paling utama menjaga keselamatan bangsa dan negara.”ucap Budiman seraya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak larut dalam agenda intelijen bangsa asing karena itu hanya memecah belah lewat propaganda yang dibangun oleh bangsa yang sudah maju.
“Skenario besar yang sangat mengerikan itu, bisa saja terjadi kericuhan dimana-mana dengan dibumbui isu SARA, dengan cara apa, lewat demo yang berjilid-jilid,’’kata Ketua MPG Sumut kepada wartawan Rabu (05/04/2023).
Peristiwa tak terduga, bisa saja terjadi ketika Team U20 Israel main, akan ada dugaan sabotase keamanan, termasuk mencederai pemain, dan bila perlu, ada pemain warga Israel yang dikorbankan, dan bila itu terjadi maka wajah Pemerintah Indonesia akan tercoreng di mata dunia.
“Indonesia ini kan ibarat gadis yang cantik “perawan” banyak diperebutkan oleh bangsa yang sudah maju, karena Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA) yang berlimpah ruah,”ujarnya.
Kesempatan momen tersebut, bisa saja dimanfaatkan oleh KKB Papua yang hanya segelintir itu, mereka menyerang pos-pos TNI – Polri, hal inilah bisa memicu isu pelanggaran HAM, lewat apa bila aparat membantai KKB.
Negara maju itu iri terhadap negara yang mau berkembang seperti Indonesia, sekali lagi bila kasus korban Timnas U-20 Israel, disidangkan di Pengadilan Arbritase di Belanda, Sekaligus mengangkat isu kasus tuduhan pelanggaran HAM di Papua oleh Aparat TNI-Polri, dengan demikian tuntutan Papua harus dilepas dan Merdeka, cetus Budiman dengan berharap jangan korbankan masyarakat kecil, Indonesia ini ada karena dibalik perbedaan tercipta persatuan dan kesatuan. (Red)