Maruarar: Perkembangan 10 Tower Rusun ASN yang Bakal Diresmikan Prabowo

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat ditemui di rumah dinas Menteri ESDM, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (31/3/2025). © KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat ditemui di rumah dinas Menteri ESDM, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (31/3/2025). © KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY

DETEKSI.co-Jakarta, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menjelaskan perkembangan 10 tower Wisma Atlet di Kemayoran, Pademangan, Jakarta Utara yang direvitalisasi menjadi rumah susun (rusun) untuk aparatur sipil negara (ASN).

Maruarar bilang, tiga tower sudah tuntas direvitalisasi dan siap untuk diserahterimakan.
Pihaknya sudah berkirim surat ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk memastikan jadwal serah terima rusun.

Sementara itu, untuk tujuh tower lainnya sedang dalam penyelesaian revitalisasi.

“Kan itu sesuai jadwal waktu itu kalau enggak salah April akhir ya, April akhir lah ya,” ujar Maruarar di Jakarta dikutip pada Selasa (2/4/2025).

Ia memastikan revitalisasi masih berjalan on the track sehingga bisa selesai tepat waktu pada akhir April.

Sebab berdasarkan kontrak pengerjaan, revitalisasi berakhir pada April ini.

“Kita rencanakan begitu, kalau dari kontraknya, akhir April,” tutur Maruarar.

Sebelumnya, Maruarar mengungkapkan, sebanyak 10 tower Wisma Atlet di Kemayoran sudah selesai direvitalisasi menjadi rusun. Penyelesaian itu sudah dilaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto saat bertandang ke Istana Kepresidenan Jakarta pada pertengahan Januari 2025 lalu.

“Tadi saya menyampaikan usulan, bisa Bapak Presiden meresmikan langsung akhir April, itu 10 tower,” kata Maruarar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebelumya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 350 miliar untuk merenovasi Wisma Atlet Kemayoran pada Agustus 2024.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan Wisma Atlet akan dialihfungsikan menjadi rusun.

Rusun ini akan diutamakan untuk ASN. Namun, sebagian dari rusun itu akan dikomersialisasikan dengan sistem sewa atau rusunawa yang pengaturan harganya akan ditetapkan oleh pemerintah.

“Yang utama untuk ASN, sebagian nanti ada yang prospek untuk dikomersialkan untuk membiayai operasional dari area itu. Sistemnya sewa, tapi nanti ada penetapan harga pemerintah,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (20/8/2024). Sumber, Kompas.com