DETEKSI.co – Dairi, Bupati Dairi Sumatera Utara, Eddy Keleng Ate Berutu melakukan mutasi terhadap seratusan lebih ASN di lingkungan Pemkab Dairi. Pengambilan sumpah/janji dan pelantikan dilaksanakan di Gedung Olah Raga Sidikalang, Rabu (2/3/2022).
Janggalnya, dari deretan nama yang dimutasi, terdapat nama Sanggian Tarigan, SPd yang didemosi menjadi guru dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala sekolah. Kejanggalan dimaksud karena pemilik nama dikabarkan telah meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya.
Pada salinan dokumen berisi lampiran keputusan Bupati Dairi nomor 132/821.15/III/2022 tanggal 1 Maret 2022 tertera, sebanyak 6 kepala sekolah ikut dimutasi. Diantaranya adalah Sanggian Tarigan SPd.SD dengan NIP 197004141993051001 dan pangkat IV/a.
Dalam dokumen dimaksud, Sanggian dimutasi dari jabatan lama sebagai guru yang diberi tugas Kepala UPT satuan Pendidikan SD Negeri no 034805 Sopobutar dan dimutasi menjadi guru pada UPT satuan Pendidikan SD Negeri 030399 Palipi.
Sumber yang juga seorang ASN, mengatakan Sanggian Tarigan sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu, akibat sakit yang dideritanya.
“Aneh dan janggal sekali. Masya orang yang sudah meninggal dunia ikut dimutasi,” ujar salah seorang kepala sekolah.
Sumber menerangkan, sebelumnya Sanggian Tarigan adalah Kepala SD di Palipi. Dia dicopot dan menjadi guru biasa di unit pendidikan yang sebelumnya ia pimpin tahun 2019. Selanjutnya sekitar bulan Oktober 2021, Sanggian dimutasi dan diangkat menjadi Kepala SD di Sopobutar.
Sementara itu, Kepala Desa Palipi Kecamatan Silima Punggapungga, Rudi Sianturi, Kamis (3/3/2022) membenarkan, Sanggian meninggal dunia awal Februari 2022 lalu. Disebutkan, Sanggian tercatat sebagai warga Desa Palipi.
Sebelum meninggal dunia, almarhum didera sakit komplikasi, utamanya gula hingga mengalami kebutaan. Sanggian adalah suami dari Aresta Simamora.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Dapot Hasudungan Tamba yang hendak dikonfirmasi wartawan tidak menjawab telepon. Pesan WhatsApp yang dikirimkan juga belum direspon. (NGL)