DETEKSI.co-BANDARLAMPUNG, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen untuk menyelesaikan konflik antara gajah dan manusia di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) melalui pembangunan batas permanen yang didasarkan pada kajian teknis dan masukan langsung masyarakat desa penyangga.
Penegasan ini disampaikan saat ia memimpin Dialog Gerakan Bersatu dengan Alam dalam rangka Mitigasi Konflik Gajah dan Manusia, Sabtu (24/1/2026), di Balai TNWK, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu.
Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Panglima Kodam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala Balai TNWK MHD. Zaidi, dan Kepala Kabinda Lampung Suryono.
Gubernur menjelaskan bahwa dialog bertujuan untuk menyerap aspirasi, keluhan, dan usulan masyarakat yang selama puluhan tahun terdampak konflik. “Ini bukan acara seremonial. Kita datang untuk mendengar langsung masyarakat, karena merekalah yang paling merasakan dampak konflik ini. Solusi ke depan harus berangkat dari kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, konflik tidak dapat lagi diselesaikan dengan pendekatan sementara. Pemerintah menargetkan pembangunan batas kawasan permanen sepanjang 60–70 kilometer yang akan disesuaikan dengan karakter wilayah, mulai dari rawa, sungai, hingga tanah keras.(Yusri)

