DETEKSI.co-Rokan Hulu, Jembatan Merah Putih Presisi resmi dimulai dengan doa bersama yang berlangsung khidmat di Dusun III Muara Jaya, Desa Muara Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Jumat (10/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi awal dari pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan warga.
Jembatan Merah Putih Presisi menjadi simbol kebersamaan saat Kapolres Rokan Hulu bersama jajaran, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan. Doa bersama yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut berlangsung sederhana, namun sarat makna dan harapan besar.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si, didampingi Wakapolres Kompol I Made Juni Artawan, S.I.K., M.H, serta sejumlah pejabat utama Polres. Turut hadir pula Kepala Desa Muara Jaya Setyono, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para pelajar yang ikut meramaikan kegiatan.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi bukan sekadar proyek fisik, tetapi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat.
“Jembatan ini adalah simbol kebersamaan dan kepedulian. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama dalam mendukung akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menyukseskan pembangunan ini. Menurutnya, jembatan tersebut akan sangat membantu mobilitas warga, khususnya pelajar dan petani.
Sementara itu, Kepala Desa Muara Jaya Setyono menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi. Ia mengungkapkan bahwa selama ini warga menghadapi kendala akses, terutama saat musim hujan.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan. Selama ini akses terbatas menghambat aktivitas warga, baik untuk ekonomi, pendidikan, maupun kegiatan sosial,” ungkapnya.
Jembatan Merah Putih Presisi dinilai memiliki peran penting sebagai akses penghubung utama antarwilayah di Dusun III Muara Jaya. Sebelumnya, kondisi jalur yang sulit kerap menghambat distribusi hasil pertanian serta perjalanan pelajar menuju sekolah.
Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin lancar, aktivitas ekonomi meningkat, dan peluang pembangunan desa semakin terbuka luas.
Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng, makan bersama, serta sesi foto yang mencerminkan eratnya kebersamaan antara aparat dan masyarakat. Kehadiran para pelajar yang menyampaikan rasa terima kasih turut menambah suasana haru.
Di balik kesederhanaan acara, doa yang dipanjatkan menjadi simbol harapan besar. Jembatan Merah Putih Presisi tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga memperkuat persatuan dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Muara Jaya.(Red/d)


