Juventus kembali terpuruk setelah kalah 0-2 dari Como 1907 dalam lanjutan Serie A, Sabtu (21/2/2026) malam WIB. Kekalahan ini memperpanjang rentetan hasil buruk Si Nyonya Tua dalam lima pertandingan terakhir di semua ajang.
Bermain di Allianz Stadium, Juventus FC gagal memanfaatkan status tuan rumah. Dua gol Como dicetak oleh Mergim Vojvoda dan Maxence Caqueret, yang membuat publik Turin terdiam.
Kekalahan dari Como membuat Juventus mencatat empat kekalahan dan satu hasil imbang dalam lima laga terakhir. Tren negatif ini menjadi alarm serius bagi tim yang tengah bersaing di papan atas.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui timnya sedang kehilangan rasa percaya diri. Ia menilai tekanan akibat hasil buruk membuat mental pemain terganggu.
“Ada saat-saat di mana kami memiliki antusiasme dan beberapa penampilan luar biasa. Namun ketika itu hilang, kepercayaan diri ikut hilang. Kesalahan-kesalahan menjadi merugikan dan sulit bereaksi secara psikologis,” ujar Spalletti kepada DAZN.
Menurut Spalletti, tekanan dari hasil-hasil terkini membuat para pemain tidak bermain lepas. Momen-momen krusial justru memperburuk situasi karena tim gagal bangkit saat tertinggal.
Saat ini Juventus berada di posisi kelima klasemen Serie A dengan 46 poin. Kondisi mereka juga tidak stabil di kompetisi lain. Juventus sedang terpuruk di Liga Champions dan telah tersingkir dari Coppa Italia.
Spalletti menegaskan masalah utama tim bukan sekadar taktik, melainkan mentalitas. Ia melihat banyak umpan yang salah sasaran, sesuatu yang jarang terjadi pada timnya.
“Kami telah membangun kepercayaan diri terhadap potensi yang dimiliki. Namun rasa percaya diri dan kekuatan itu hilang. Para pemain terlihat terjebak dalam situasi ini,” tegasnya.
Krisis kepercayaan diri kini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Juventus. Jika tidak segera dibenahi, peluang finis di zona Liga Champions terancam semakin sulit.(Red)



