Kabut Asap Samosir Makin Pekat, Wartawan Bagikan 50 Kotak Masker ke Pelajar

DETEKSI.co-Pangururan, Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, semakin mengkhawatirkan. Menyikapi kondisi tersebut, pemilik media online formatnews.id, Efendy Naibaho, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Wartawan Online (IWO), dan komunitas wartawan setempat membagikan masker gratis kepada para pelajar, Kamis (15/10/2026).

Aksi sosial ini dilakukan untuk membantu melindungi anak-anak dari paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan, terutama di tengah aktivitas belajar di sekolah.

Kabut asap yang disebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Selatan, Riau, Lampung, dan Bangka Belitung, dilaporkan semakin pekat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, komunitas wartawan menyalurkan sebanyak 50 kotak masker hasil swadaya para jurnalis. Masker dibagikan kepada siswa di sejumlah sekolah dasar dan menengah di wilayah Pangururan.

Para wartawan terlihat membantu memakaikan masker kepada para siswa. Mereka juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menggunakan masker selama kondisi udara berasap.

“Kami prihatin melihat anak-anak tetap harus berangkat sekolah di tengah asap tebal. Pembagian masker ini bentuk kepedulian kami agar mereka tetap terlindungi,” ujar Efendy Naibaho saat ditemui di pintu keluar SMP Negeri 1 Pangururan.

Efendy mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang tetap menjalani kegiatan belajar di tengah kondisi kabut asap.

Menurutnya, kondisi udara yang memburuk dan jarak pandang yang terbatas menjadi perhatian bersama. Sejumlah warga juga dilaporkan mengalami batuk-batuk di tengah paparan asap.

Karena itu, pembagian masker diharapkan dapat membantu pelajar mengurangi paparan partikel asap saat beraktivitas di luar ruangan.

Sekretaris PWI Samosir, Hotdon Naibaho, mengatakan anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus dalam situasi seperti ini. Ia menjelaskan bahwa 50 kotak masker yang dibagikan merupakan hasil swadaya rekan-rekan wartawan.

“Anak-anak adalah kelompok paling rentan terdampak ISPA akibat asap. Sebanyak 50 kotak masker ini kami kumpulkan dari swadaya rekan-rekan wartawan agar mereka tetap aman saat belajar,” kata Hotdon.

Selain membagikan masker, para jurnalis mengingatkan siswa agar menggunakannya dengan benar, mengurangi aktivitas jajan di luar saat kondisi berasap, serta segera memberi tahu guru apabila mengalami sesak napas.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari siswa dan orang tua. Junior Harianja, salah seorang orang tua murid, menyampaikan apresiasinya kepada para wartawan yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak.

“Terima kasih kepada rekan-rekan wartawan. Anak-anak kami jadi lebih terlindungi. Semoga asap cepat berlalu,” ujarnya.

Komunitas wartawan berharap aksi sosial ini dapat mendorong lebih banyak pihak untuk ikut membantu masyarakat yang terdampak kabut asap. Mereka juga berharap penanganan karhutla oleh tim gabungan BPBD dan instansi terkait dapat terus dipercepat.

Warga turut berharap pemerintah daerah, BPBD, dan Dinas Kesehatan memperkuat langkah penanggulangan dampak kabut asap, termasuk memperluas pembagian masker gratis di wilayah yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, komunitas wartawan ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui tindakan nyata, sembari mendorong penanganan karhutla dan dampak asap secara berkelanjutan.(en)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']