Kadis P3AP2KB Sebut Tak Pernah Sampaikan Informasi Kepada Wartawan Soal Situasi Ekonomi Pelajar Yang Ditemukan Gantung Diri

DETEKSI.co-Pangururan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Samosir, dr. Friska Situmorang, mengunjungi rumah duka pelajar yang meninggal dunia akibat gantung diri.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati sekaligus memastikan kondisi keluarga korban pascakejadian tragis yang menyita perhatian publik tersebut.

Namun, dalam keterangannya, dr. Friska Situmorang, kepada wartawan , Rabu (1/4/2026) menegaskan, tidak pernah menyampaikan kepada wartawan terkait situasi ekonomi keluarga korban.

“Kehadiran kita murni sebagai bentuk empati, karena korban anak sekolah,” tegasnya.

Ketika ditanya , apakah ada wartawan saat kunjungan dr Friska ke kediaman korban? Ia menjawab sama sekali tidak ada.

Bahkan ia menekankan, tak pernah menyampaikan informasi terkait status ekonomi keluarga korban kepada wartawan. “Saya tidak dalam kapasitas itu, tapi kehadiran kita dari perlindungan anak,” ungkap dia.

Baca berita ini: https://deteksi.co/bullying-dan-himpitan-hidup-bayangi-ps-orang-tua-ungkap/

Hal ini menjadi penting di tengah beredarnya berbagai spekulasi yang mengaitkan latar belakang ekonomi keluarga dengan peristiwa tersebut.

Dijelaskannya, Dinas P3AP2KB tidak dalam kapasitas menyimpulkan faktor ekonomi keluarga korban menjadi penyebab utama kejadian tersebut. “Saya tegaskan kehadiran kami murni merupakan empati,” sebutnya lagi.

Diketahui, kasus ini masih menjadi perhatian publik, termasuk instansi pendidikan, guna menghindari berkembangnya informasi yang tidak akurat di tengah masyarakat.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa sejumlah oknum mengaku wartawan menuliskan di media sosial, bahwa Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Samosir Friska Situmorang membantah bahwa meninggalnya pelajar SMA Negeri 1 Simanindo (PJS) tidak karena faktor ekonomi.

Tindakan oknum yang dinilai tidak bertanggungjawab itu patut dipertanyakan, karena Kadis P3AP2KB Samosir mengatakan tak pernah dikonfirmasi orang-orang yang mengaku wartawan itu, terkait status ekonomi keluarga korban.

Fernando Sitanggang seorang jurnalis bersertifikasi, mengatakan, seluruh stakeholder di Kabupaten Samosir perlu berhati-hati dengan oknum oknum yang mengaku mengaku wartawan.

“Karena informasi yang disampaikan jurnalis harus terverifikasi dengan konfirmasi kepada narasumber,” sebutnya.

Agar tidak muncul persoalan seperti ini, kata Fernando, sehingga perlu mengikuti sertifikasi wartawan melalui uji kompetensi wartawan.(hot)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']