Warga Marah Pekerjaan Proyek Drainase di Jalan Pembangunan 3 Krakatau Amburadul

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co – Medan, Proyek pembangunan drainase milik pemko Medan yang saat ini pekerjaannya di jl pembangunan 3 Kel. Glugur darat 2 terhenti sudah 5 hari, terkesan pihak kontraktor tidak mampu sehingga pekerjaan amburadul.

Hal ini dapat dilihat dari persentasi pekerjaan sangat lambat, Sebab banyak sekali galian tanah yang tidak diangkut sehingga menutupi setengah badan jalan, Sepertinya pihak pemborong tidak memperdulikan keselamatan pengguna jalan.

Kejadian pada hari Kamis tanggal 9-12-2021 pengguna sepeda motor terjatuh karena jalan berlumpur mengakibatkan luka pada pengguna motor tersebut dan kerusakan pada sepeda motornya. juga  pejalan kaki boru Marpaung saat pulang dari kantor  hendak pulang kerumah terjatuh  karena jalan licin digenangi lumpur akibat pekerjaan proyek drainase tersebut.

Pada hari Minggu umat kristiani tang hendak melaksanakan ibadah ke gereja di HKBP Glugur karena proyek tersebut tepat berada di depan gereja . Jemaat gereja merasa sangat terganggu sebab badan jalan ditutupi tumpukan tanah dan berlumpur sehingga sulit untuk dilalui dan kalau tanah ini tidak cepat diangkut bisa mengganggu jemaat yang mau melaksanakan natal .

keberatan juga disampaikan Bapak  pahala Togatorop penduduk setempat, Beliau mengatakan sudah berulang kali kami sampaikan keberatan kepada pihak kontraktor yang bernama Agus  agar tanah yang menumpuk di jalan agar diangkat tapi jawabnya iya .. iya.. saja hanya sebatas iya Namun sampai saat ini tanah tersebut tidak diangkut dan pekerjaan proyek ini sudah 5 hari berhenti dan sampai hari ini Senin tgl 13-12-2021 proyek ini kenapa dihentikan, Disini Saya berharap bapak walikota Bobby Nasution mau meninjau proyek ini, karena kerja pemborongnya tidak beres ucap pahala Togatorop degan nada marah .

Keberatan juga disampaikan oleh ibu Boru Hutabarat karena proyek ini kami sulit masuk kerumah dan 2 orang anak saya terjatuh  nyemplung ke parit karena jalan licin  sebab banyak tumpukan tanah  berlumpur  .

Rasa kesal juga disampaikan Ricky Sinaga pemilik angkutan tanah merasa keberatan karena biaya pengangkutan tanah yang saya kerjakan belum dibayar pihak pemborong  armada saya sudah  lebih 30 kali mengangkut tanah galian  ini  tapi belum dibayar oleh pihak pemborong . Ngak mungkin saya mau mengangkut lagi kalau pekerjaan yang lama belum dibayar. Ngak mungkin saya percaya sama pemborongnya kalau pekerjaan kami tidak dibayar ucap beliau .

Harapan masyarakat penduduk jl. pembangunan 3 memohon agar bapak walikota Medan Bobby Nasution bisa meninjau proyek yang amburadul ini Agar pemborong nya diberi sangsi ucap warga. (Hps).