DETEKSI.co-Langkat, Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI menyelenggarakan *Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja,* pada hari ini, Kamis, 11 September 2025.
*Sosialisasi Program Bangga Kencana,* dimana *Bangga Kencana* itu sendiri merupakan singkatan dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana. Banyak sekali program yang diselenggarakan oleh Kemedugbangga/BKKBN dan _core_ bisnisnya adalah masalah kependudukan. Mengenai pertumbuhan penduduk berarti berbicara tentang kuantitas juga berbicara tentang laju pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk harus dijaga agar seimbang dengan cara ikut program *Keluarga Berencana* (KB). Kalau pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan maka akan terjadi ketidakseimbangan penduduk dan bisa terjadi _stunting_, dengan ikut program KB keluarga menjadi keluarga bekualitas. *_Stunting_* merupakan pertumbuhan anak yang terganggu akibat kurang gizi, apabila terjadi kasus _stunting_ maka Kemedugbangga/BKKBN melalui *Tim Pendamping Keluarga* (TPK) akan terjun membantu. Pentingnya perencanaan pembentukan keluarga untuk mencegah permasalahan keluarga, salah satunya adalah pembangunan keluarga remaja, anak remaja sekarang lebih banyak bicara antar sesama temannya untuk itu dibentuklah *Bina Keluarga Remaja* (BKR) untuk mengajak ibu-ibu cara berkomunikasi yang baik kepada anak remajanya. Jangan melahirkan terlalu dekat, jangan terlalu muda melahirkan, jangan terlalu tua melahirkan menyebabkan angka kematian lebih tinggi, baik kematian terhadap ibu dan bayi. Kembali ke masalah _stunting_, salah satu pemicu _stunting_ itu adalah keterpaparan asap rokok. Variabel determinan _stunting_ selain keterpaparan asap rokok, yaitu ketidakadaan jamban, air bersih, edukasi yang kurang, kekurangan gizi kronis. Bonus demografi harus kita raih sebab angka ketergantungan sangat kecil.
*Sosialisasi Program Bangga Kencana* di sini juga disampaikan 5 (lima) program *_Quick Wins_* tekhusus tentang *GENTING* (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah _Stunting_). Program ini merupakan program gotong royong membentuk gerakan kolaboratif dimana masyarakat menjadi ‘orang tua asuh’ bagi balita berisiko _stunting_, juga disampaikan perubahan nomenklatur BKKBN menjadi Kemendukbangga. Sasaran anak _stunting_ diharapkan kepada Pak Lurah Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu melalui *Petugas Lapangan Keluarga Berencana* (PLKB) semoga memberikan bantuan kepada kelurga resiko _stunting_ Rp 15.000/orang. Hal ini juga ada bantuan dari *Badan Gizi Nasional* (BGN). Untuk Kelurahan Bingai ada 22 sasaran *Keluarga Resiko Stunting* (KRS), untuk itu nanti di setiap kecamatan akan diadakan sosialisasi serta konsultasi untuk permasalahan penurunan _stunting_.
Pentingnya perencanaan keluarga karena keluarga merupakan pondasi utama sebagai pembentuk karakter dan kepribadian individu anak. Melalui *Program Bangga Kencana* mendorong pentingnya perencanaan pembentukan keluarga dalam menuju *Indonesia Emas 2045.* Salah satunya adalah pentingnya pemberian gizi yang baik bagi anak sebagai pencegahan _stunting_. Peningkatan kesehatan reproduksi dan gizi keluarga dapat meningkatkan kualitas keluarga dan penurunan angka _stunting_.
Tiga narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan *Sosialisasi Program Bangga Kencana* ini, yaitu Dr. Fatmawati, S.T.,M.Eng. dari Provinsi Sumatera Utara selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Ratu Balkis, S.Sos. dari Kabupaten Langkat selaku Kabid Dalduk, Advokasi, dan Penggerakan pada Dinas PPKB dan PPA Kabupaten Langkat, dan Delia Pratiwi br. Sitepu, S.H. sebagai mitra kerja selaku Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai Golkar Dapil Sumatera Utara III.
Kegiatan *Sosialisasi Program Bangga Kencana* ini dibuka oleh Sekretaris Camat Kecamatan Wampu, Suyono, S.E. dan ditutup dengan foto bersama dengan seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. (Tim).


