spot_img
spot_img
Beranda SUMUT DAIRI Tiga Hari Pencarian, Korban Hanyut di Aliran Sungai Lae Simbelin Dairi Ditemukan...

Tiga Hari Pencarian, Korban Hanyut di Aliran Sungai Lae Simbelin Dairi Ditemukan Meninggal Dunia

0
222
Jenazah Korban diserahkan kepada keluarga (Istimewa)
Jenazah Korban diserahkan kepada keluarga (Istimewa)

DETEKSI.co-Dairi, Setelah tiga hari pencarian, Ferry Sinaga (12) seorang pelajar tingkat Sekolah Dasar yang hanyut saat berenang bersama teman di aliran Sungai Lae Simbelin, Desa Bakal Gajah Kecamatan Silima Punggapungga Kabupaten Dairi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Selasa (10/3/2026) malam.

Kabar tersebut disampaikan Kapolsek Parongil, Iptu Juni Putra Karosekali, Rabu (11/3/2026).

Ditemukan malam hari tadi, posisinya di bawah jembatan perbatasan dengan Sopo Butar Kecamatan Siempatnempu Hilir dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kami turut berduka”, kata Kapolsek Juni Putra.

Karena kondisi fisik yang sudah mulai membengkak, jasad kemudian dikebumikan setelah diserahkan ke keluarga.

Berenang Bersama Teman, Pelajar SD Hanyut di Aliran Sungai Lae Simbelin Dairi

Kepala Desa, Humitar Sitorus mengatakan, Sejak dikabarkan hanyut terseret arus sungai pada hari Minggu (8/3/2026) sekira pukul 11.00 Wib, ratusan orang dari berbagai unsur bekerjasama melakukan pencarian.

Baca berita sebelumnya: Berenang Bersama Teman, Pelajar SD Hanyut di Aliran Sungai Lae Simbelin Dairi
https://deteksi.co/berenang-bersama-teman-pelajar-sd-hanyut-di-aliran-sung/

Selain Tim Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa dan Polri, pencarian turut dilakukan Masyarakat Kecamatan Silima Pungga-Pungga dan Siempatnempu Hilir.

“Masyarakat dari Kecamatan Silima Pungga-Pungga dan Siempatnempu Hilir turut berkontribusi melakukan pencarian. Hubungan emosional penduduk bertetangga cukup bagus, sehingga turut melakukan penelusuran”, kata Humitar.

Ditambahkan, Ferry adalah anak pertama dari 4 bersaudara buah kasih sayang dari pasangan suami istri Swandi Sinaga/boru Sitorus . Korban duduk di kursi SD kelas 5. Adik bungsu masih usia 5 tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban hanyut ketika berenang bersama teman di aliran Sungai Lae Simbelin, Minggu (8/3/2026).

Peristiwa itu kemudian dilaporkan teman korban kepada warga sekitar dan diteruskan kepada Pemerintah Kecamatan dan Kepolisian dan selanjutnya dilakukan pencarian. (NGL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini