spot_img
spot_img
Beranda HEADLINE Prabowonomics Menggema! Buku Yonge Sihombing Diluncurkan, Serukan Stabilitas Nasional

Prabowonomics Menggema! Buku Yonge Sihombing Diluncurkan, Serukan Stabilitas Nasional

0
126
Penulis Yonge Sihombing memaparkan gagasan dalam buku Prabowonomics yang akan diluncurkan di Jakarta, sebagai upaya mendorong stabilitas ekonomi nasional dan persatuan di tengah dinamika geopolitik global.
Penulis Yonge Sihombing memaparkan gagasan dalam buku Prabowonomics yang akan diluncurkan di Jakarta, sebagai upaya mendorong stabilitas ekonomi nasional dan persatuan di tengah dinamika geopolitik global.

DETEKSI.co-Jakarta, Prabowonomics akan menjadi sorotan dalam peluncuran buku karya Yonge Sihombing yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei 2026 di Jakarta. Acara ini dikemas dalam Silaturahmi Nasional yang mengundang 135 tokoh dari Kabinet Merah Putih.

Prabowonomics diangkat sebagai gagasan utama dalam forum bertajuk “Mengawal Gagasan Prabowonomics, Menolak Gagasan Pemakzulan Presiden Prabowo Subianto”. Kegiatan ini juga mengusung subtema tentang pentingnya persatuan dan stabilitas ekonomi nasional dalam menghadapi guncangan geopolitik global.

Peluncuran buku ini tidak hanya menjadi agenda intelektual, tetapi juga momentum refleksi bagi para elit dan pemangku kepentingan nasional. Dalam rilis yang diterima pada Jumat (10/4/2026), disebutkan bahwa kondisi global yang tidak menentu menuntut kesiapan bangsa dalam menjaga stabilitas internal.

Prabowonomics menawarkan pendekatan ekonomi sebagai instrumen strategis negara. Gagasan ini menekankan pentingnya memperkuat kedaulatan, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan arah pembangunan tetap konsisten di tengah tekanan global.

Menurut Yonge Sihombing, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya, tetapi juga oleh kedewasaan elit dalam membaca situasi. Ia menilai konflik internal dan manuver politik yang tidak produktif justru berpotensi melemahkan posisi Indonesia di kancah global.

Dalam konteks tersebut, berbagai dinamika politik, termasuk wacana pemakzulan Presiden, dinilai harus dilihat dari dampaknya terhadap stabilitas nasional. Setiap langkah politik, menurutnya, perlu diuji apakah memperkuat atau justru melemahkan bangsa.

Forum Silaturahmi Nasional ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi dan penyatuan arah. Para tokoh yang hadir tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga sebagai penentu arah dan penjaga keseimbangan bangsa.

Pada akhirnya, peluncuran buku Prabowonomics ini menjadi pengingat bahwa tantangan terbesar bangsa bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. Stabilitas, persatuan, dan kedewasaan politik menjadi kunci menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.(Ril/gaho)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini