spot_img
spot_img
Beranda SUMUT DAIRI Suarakan Pencopotan Kapolres dan Kasat Narkoba, Ratusan Pemuda Usung Keranda Geruduk Polres...

Suarakan Pencopotan Kapolres dan Kasat Narkoba, Ratusan Pemuda Usung Keranda Geruduk Polres Dairi

0
213
Ratusan massa dari lintas organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Forum Peduli Penegakan Keadilan dan Hukum Kabupaten Dairi, berunjukrasa di depan Mapolres Dairi, Senin (13/4/2026). (DETEKSI.co /Parulian P Nainggolan)
Ratusan massa dari lintas organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Forum Peduli Penegakan Keadilan dan Hukum Kabupaten Dairi, berunjukrasa di depan Mapolres Dairi, Senin (13/4/2026). (DETEKSI.co /Parulian P Nainggolan)

DETEKSI.co – Dairi, Ratusan massa dari lintas organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Forum Peduli Penegakan Keadilan dan Hukum (FPPKH) Kabupaten Dairi, mendatangi Mapolres Dairi, menyuarakan pencopotan AKBP Otniel Siahaan dari jabatan sebagai Kapolres Dairi, Senin (13/4/2026).

Massa aksi yang didominasi peserta berseragam Ikatan Pemuda Karya (IPK) berbaur dengan massa KNPI, GMNI, HMI, PMII, PC IPNU, dan Pemuda Muhammadiyah itu melakukan longmarch dari pelataran Gedung Nasional Djauli Manik menuju Mapolres Dairi dengan mengusung keranda dan berbagai poster yang intinya mengecam lambannya penegakan hukum.

Selain nama Kapolres, massa aksi juga menyorot nama Kepala Satuan (Kasat) Narkoba, Iptu Marlon Dodik Hutapea dan Kasat Reskrim, yang diduga tidak serius bahkan terkesan tebang pilih dalam penindakan dan penanganan berbagai kasus.

Koordinar aksi, Abdi Simanullang yang juga Sekretaris DPD IPK Dairi, dalam orasinya mengatakan patut diduga telah terjadi persekongkolan antara bandar narkoba dengan aparat penegak hukum.

Sinyalemen itu muncul, karena dalam penindakan kasus narkoba, bandar tidak pernah tersentuh, dan hanya berhenti sebatas penindakan kurir dan pemakai.

“Keberadaan bandar narkoba sebenarnya tidak jauh, namun terjadi pembiaran. Yang ditindak hanya kurir untuk dijadikan kambing hitam dan menciptakan kesan bahwa polres seolah-olah telah bekerja”, sebut Abdi.

Hal senada juga disuarakan kader IPK Robinson Simbolon. Menurutnya peredaran narkoba terbilang cukup masif dan telah menyasar hingga ke desa-desa, namun Polres Dairi terkesan setengah hati dan tidak serius memutus mata rantai peredaran barang haram itu.

“Yang ditangkap, diproses dan dijadikan tersangka hanya sampai ditingkat kurir, sementara bandar tidak tersentuh. Ini harus dijelaskan”, kata Robinson sembari meminta Kasat Narkoba dihadirkan didepan pengunjukrasa untuk memberi penjelasan.

Selain isu narkoba, keprihatinan dan protes juga disuarakan pengunjukrasa terhadap penanganan sejumlah perkara yang dinilai mandek, tidak transparan, dan jauh dari rasa keadilan.

Massa Aksi Tergabung FPPKH: Penanganan perkara yang mandek, praktek tebang pilih, jauh dari rasa adil, pelapor yang kemudian menjadi tersangka, menjadi sorotan massa.
Massa Aksi Tergabung FPPKH: Penanganan perkara yang mandek, praktek tebang pilih, jauh dari rasa adil, pelapor yang kemudian menjadi tersangka, menjadi sorotan massa.

Arih Yaksana Bancin, Mansyiah Siregar, Firman Lingga, Andi Silalahi, dan orator lainnya bergantian menyoroti lambannya penanganan berbagai kasus hukum yang menjadi atensi publik di Dairi.

Penanganan perkara yang mandek, praktek tebang pilih, jauh dari rasa adil, pelapor yang kemudian menjadi tersangka, menjadi sorotan massa.

Keranda yang diusung melambangkan keprihatinan atas rasa adil yang menurut pengunjukrasa telah mati dan hilang di Polres Dairi.

Arih Yaksana mempertanyakan, upaya seperti apa yang dilakukan polres Dairi dalam mengejar orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Masihkah DPO, berarti Daftar Pencarian Orang, atau justru telah menjadi Daftar Pembebasan Orang?”, sebut Arih yang juga praktisi hukum itu dengan nada bertanya, sambil mengarahkan pandangan kepada Kasat Reskrim dan Kapolres.

Pertanyaan itu kemudian disambut sorakan dari massa. “Copot Kapolres, copot Kasat Narkoba, copot Kasat Reskrim!” teriak massa.

Aksi berlangsung di depan gerbang utama Mapolres Dairi, diterima Kapolres AKBP Otniel Siahaan didampingi para Pejabat Utama dan personil jajaran.

Dia berjanji akan melakukan pembenahan. “Jikalau ada kekurangan anggota, nanti akan kami uji dari penyidik dan Kasat, namun saya tidak bisa intervensi.”, sebut Otniel.

“Banyak saluran untuk menguji, baik dari Propam dan Irwasum Polri. Bilamana ada kejanggalan dan keliliruan dalam menjalankan tugas, saya akan segera evaluasi. Jadi diuji dulu faktanya”, kata Otniel. (NGL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini