PYBH Demo Hive Billiard Aksara Terkait Perizinan dan Usut Dugaan Peredaean Narkoba

DETEKSI.co – Medan, Puluhan massa yang mengatasnamakan dari Pak Yan Brotherhood (PYΒΗ) melakukan aksi unjuk rasa di depan Hive Billiard Aksara Jalan Aksara, Kel. Bantan Timur, Kec. Medan Tembung, pada Kamis (20/8/2026).

Kedatangan massa PYBH tersebut untuk membongkar sejumlah dugaan pelanggaran dan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan serta aparat penegak hukum (APH) supaya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap operasional tempat hiburan Hive Billiard Aksara.

Dalam orasinya Malik, dalam keterangannya menyoroti sejumlah dugaan persoalan mulai dari izin bangunan (PBG), izin minuman beralkohol (minol), hingga keberadaan lokasi berdekatan dengan rumah ibadah.

Disela-sela aksi unjuk rasa, Malik menegaskan, mereka meminta agar Hive Billiard Aksara segera ditutup apabila hasil pemeriksaan pemerintah dan aparat penegak hukum nantinya menemukan adanya pelanggaran perizinan maupun pelanggaran hukum.

“Kami meminta Hive segera ditutup. Kami menduga adanya peredaran narkoba yang berada di wilayah Hive. Kami juga mempertanyakan karena bangunan ini dekat dengan rumah ibadah. Jadi, kuat dugaan kami Hive ini tidak memiliki izin yang sesuai, baik izin bangunan, izin alkohol dan lain,” tegas Malik.

Tak hanya persoalan perizinan, PYBH juga menyoroti adanya insiden meninggalnya seorang pengunjung yang menurut keterangan Malik diduga berkaitan dengan overdosis.

“Kejadiannya sekitar tiga atau empat bulan yang lalu,” papar Malik.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu alasan PYBH mendesak aparat terkait tidak tinggal diam dan melakukan pemeriksaan secara serius terhadap aktivitas di lokasi tersebut. Menurut mereka, dugaan terkait narkoba maupun penyebab kematian seseorang merupakan persoalan serius yang harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan oleh pihak berwenang.

PYBH mendesak Polrestabes Medan, Pemko Medan, DPDR Medan, Satpol PP, untuk turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap Hive Billiard Aksara. 

“Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan legalitas bangunan, izin usaha, izin penjualan minuman beralkohol, ketentuan lokasi usaha, serta dugaan adanya aktivitas yang berkaitan dengan narkotika,” ujarnya.

Massa PYBH juga menegaskan bahwa keberadaan tempat hiburan ini tidak boleh mengabaikan ketentuan hukum dan kenyamanan masyarakat sekitar, terlebih berada di kawasan yang berdekatan dengan rumah ibadah.

PYBH menegaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kejelasan dari pemerintah dan aparat penegak hukum mengenai legalitas serta aktivitas yang berlangsung di Hive Billiard Aksara.

Usai menyuarakan tuntutan, massa PYBH berangsur membubarkan diri dengan damai dan tertib. (Pea)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']