BRT Mebidang Resmi Beroperasi, Bobby Nasution Dorong Warga Beralih ke Bus Listrik

DETEKSI.co-Deliserdang, BRT Mebidang resmi diperkenalkan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat di kawasan Medan, Binjai, dan Deliserdang. Layanan bus listrik ini melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubukpakam sebagai bagian dari upaya membangun transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan operasional BRT Mebidang di Deliserdang. Ia menegaskan, keberhasilan layanan tersebut tidak cukup hanya dengan menghadirkan armada bus.

Menurut Bobby, kualitas pelayanan, ketepatan waktu, keselamatan, serta kemudahan masyarakat dalam mengakses transportasi menjadi faktor penting agar BRT Mebidang benar-benar digunakan masyarakat.

Bobby mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab menyediakan pilihan mobilitas yang layak bagi masyarakat. Pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi perlu diimbangi dengan ketersediaan angkutan umum yang nyaman dan terjangkau.

“Semakin banyak kendaraan pribadi, semakin sulit pemerintah memberikan pelayanan. Karena itu pemerintah harus menyiapkan transportasi umum,” kata Bobby.

Bobby juga meminta seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang mengesampingkan ego sektoral. Menurutnya, pengembangan transportasi di kawasan metropolitan tersebut membutuhkan kerja sama antardaerah.

Ia menegaskan, BRT Mebidang tidak boleh hanya dipandang sebagai peluncuran armada bus baru. Layanan tersebut harus berkembang menjadi sistem transportasi yang saling terkoneksi dan terintegrasi.

“Ini bukan launching bus, tapi transportasi yang terkoneksi dan terintegrasi, sekaligus mendorong perubahan budaya mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum,” ujarnya.

Setelah peresmian, Bobby bersama rombongan langsung mencoba layanan BRT Mebidang. Mereka menaiki bus listrik dari Terminal Lubukpakam menuju Pos Blok Lapangan Merdeka Medan.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Muiz Thohir, mengatakan BRT Mebidang merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih modern dan terintegrasi.

Ia menjelaskan, pembangunan kawasan perkotaan menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Dalam kebijakan tersebut terdapat sekitar 20 kota atau kawasan perkotaan prioritas, termasuk Medan dan kawasan sekitarnya.

Muiz menyebut data TomTom Traffic Index menunjukkan tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai sekitar 54,2 persen.

Kondisi tersebut membuat perjalanan yang dalam keadaan normal dapat ditempuh sekitar 10 menit menjadi lebih lama akibat kepadatan lalu lintas.

Karena itu, transportasi publik dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Selain membantu mobilitas, penggunaan transportasi umum juga diarahkan untuk menekan konsumsi energi dan emisi karbon.

Kementerian Perhubungan kemudian meluncurkan program BRT Transit di kawasan Medan dan Bandung Raya sebagai proyek percontohan yang didukung Bank Dunia.

“Pembangunan bukan semata proses fisik. Ada investasi bagi kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi serta masa depan yang lebih hijau,” kata Muiz.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan kehadiran BRT listrik di kawasan Mebidang merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumut meningkatkan konektivitas masyarakat.

Layanan tersebut dirancang untuk menyediakan transportasi publik yang modern, aman, terintegrasi, dan ramah lingkungan.

BRT Mebidang juga ditujukan untuk membantu mengatasi kemacetan, meningkatkan efisiensi waktu perjalanan, serta mengurangi emisi karbon.

Pada tahap uji coba, sebanyak dua bus listrik mulai dioperasikan. Tahap ini digunakan untuk mengevaluasi kondisi teknis dan waktu tempuh sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan layanan tersebut.

Yuda mengatakan operasi penuh BRT Mebidang ditargetkan dimulai pada 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik.

Dari jumlah tersebut, 14 bus disiapkan untuk Koridor 11 Teladan-Terminal Lubukpakam, 13 bus untuk Koridor 12 Simpang Barat-Binjai, dan tiga bus lainnya menjadi armada cadangan.

Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan layanan BRT Mebidang secara gratis.

Setelah memasuki masa operasional penuh, tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum.

Sementara itu, tarif untuk kategori khusus seperti pelajar, penyandang disabilitas, dan lanjut usia direncanakan sebesar Rp3.000.

Kehadiran BRT Mebidang diharapkan tidak hanya menambah pilihan transportasi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan pola mobilitas di kawasan Medan, Binjai, dan Deliserdang.

Perubahan tersebut diarahkan dari ketergantungan terhadap kendaraan pribadi menuju penggunaan transportasi umum yang terkoneksi dan terintegrasi.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut menghadiri peluncuran BRT Mebidang. Di antaranya Staf Khusus Presiden sekaligus Komisaris Utama PT Blue Bird Bayu Priawan Djokosoetono, Direktur PT Big Bird Pusaka Kresna Priawan Djokosoetono, Ketua Kadin Sumut Firsal Dida Mutiara, Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan, Wali Kota Binjai Amir Hamzah, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan, serta jajaran Forkopimda Sumut dan Deliserdang. (Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']