DETEKSI.co-Simalungun – Kebakaran PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, menewaskan tiga pekerja pada Kamis, 3 September 2026.
Tiga korban merupakan pekerja dari PT Nirwana Mahanu Putra, vendor konstruksi PT Evyap Sabun Indonesia. Ketiganya diketahui bekerja sebagai helper las.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., langsung turun ke lokasi setelah menerima informasi mengenai kebakaran tersebut.
Kapolres datang bersama Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kapolsek Bosar Maligas, serta personel Polres Simalungun. Kehadiran mereka untuk membantu pengamanan dan pendataan korban.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.10 WIB di bagian pabrik Biding milik PT Evyap Sabun Indonesia yang berada di kawasan KEK Sei Mangkei.
Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi hingga sekitar pukul 14.00 WIB, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.
Api diperkirakan pertama kali muncul dari lantai 3 atau lantai 4. Pada saat bersamaan, terdengar suara dentuman dari bagian pabrik Biding.
Tiga pekerja yang meninggal dunia masing-masing Nasri Efendi (43), Mhd. Rifaldi (26), dan Sumadi (39).
Ketiga korban diketahui berasal dari Kabupaten Batu Bara.
Menurut keterangan Fauzi selaku leader PT Nirwana Mahanu Putra, ketiga korban baru bekerja selama empat hari.
Saat kejadian, mereka sedang mengerjakan pekerjaan finishing berupa pengelasan di lantai 6 gedung pabrik.
Berdasarkan informasi yang diterima polisi, ketiga korban diduga berupaya menyelamatkan diri ketika api dan asap telah memasuki lantai 6.
Situasi tersebut juga disertai suara dentuman yang diduga berasal dari ledakan. Ketiga korban kemudian diduga melompat dari ketinggian saat berusaha menyelamatkan diri.
Akibat terjatuh dari ketinggian, ketiganya meninggal dunia.
Ketiga korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan. Namun, karena telah meninggal dunia, jenazah kemudian dipindahkan ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Perdagangan.
Proses pemadaman melibatkan 13 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi.
Armada tersebut terdiri atas dua unit dari Kinra, satu unit dari PT Evyap, tiga unit dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, tiga unit dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara, satu unit dari TNI AD, satu unit AWC Brimob Kompi II B Siantar, satu unit dari PT Basic, dan satu unit dari Pemerintah Kota Siantar.
Polres Simalungun juga melakukan pengecekan ke Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan.
Hingga pukul 14.00 WIB, pihak rumah sakit menyatakan belum menerima korban tambahan akibat kebakaran tersebut.
Sementara itu, ketiga jenazah telah dijemput oleh pihak keluarga menggunakan mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka.
Pada saat keterangan tersebut disampaikan, proses pemadaman api masih berlangsung.
Polres Simalungun menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan kebakaran di PT Evyap Sabun Indonesia.
Selain proses pemadaman dan evakuasi, penyelidikan mengenai penyebab kebakaran juga menjadi bagian dari penanganan perkara.
Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran karena sumber api masih dalam proses penanganan dan penyelidikan.
Polres Simalungun menyampaikan duka cita atas meninggalnya tiga pekerja dalam peristiwa tersebut. (Ril)


