Bobby Rencanakan Peluncuran e_Parking, Kedepan Tak Akan Ada Lagi Kesempatan Pungli

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co – Medan, Dalam meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Wali Kota Medan Bobby Nasution telah siapkan beberapa strategi. Sebab, dibutuhkan anggaran besar guna mencapai seluruh program pembangunan yang telah direncanakan. Termasuk, mendukung suksesnya lima program prioritas utama yang meliputi sektor kesehatan, kebersihan, infrastruktur jalan dan pengaman jalan termasuk sanitasi parit dan saluran guna mengantisipasi banjir serta penataan kawasan heritage yang akan dijadikan sebagai pasar UMKM untuk membangkitkan perekonomian.

Ada satu langkah strategis baru yang telah dipersiapkan Bobby Nasution, di antaranya melakukan digitalisasi guna mencegah terjadinya kebocoran anggaran dengan meluncurkan e-parking di kawasan Kesawan tertentu.

Selain e-parking, sebelumnya penerapan digitalisasi sudah dilakukan untuk pembayaran uji kendaraan bermotor (KIR) di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Terpadu di Amplas. selama ini, yang mana pembayarannya menggunakan QRIS dan QREN.

Bobby Nasution akan langsung menindak tegas bagi aparaturnya yang kedapatan melakukan pungutan liar (pungli) kepada masyarakat.

Guna mencegah terjadinya pungli di lingkungan Pemko Medan, Bobby Nasution juga mengreaktifasi Tim Saber Pungli. Tim ini diharapkan mampu membuat Kota Medan terbebas dari segala bentuk pungutan liar, sehingga masyarakat akan merasa aman dan nyaman dalam berbagai kegiatan publik, perizinan, kepegawaian, pendidikan, pengadaan barang dan jasa serta menindaklanjuti pungli yang dilaporkan oleh masyarakat.

Upaya Bobby Nasution untuk meningkatkan PAD Kota Medan dengan melakukan sejumlah strategi mendapat apresiasi penuh Direktur Eksekutif Suluh Muda Indonesia (SMII) Kristian Redison Simarmata. Redison menilai, langkah yang dilakukan Bobby Nasution sangat tepat dan efektif karena mendorong transparansi penerimaan PAD. Sebab, sistem tunai yang selama ini dilakukan Pemko Medan, sering mengakibatkan kebocoran serta terjadinya tindak kecurangan lainnya.

“Sebenarnya, kehadiran sistem ini yang kita harapakan. Walaupun agak terlambat, karena kota lain seperti Surabaya sudah menerapkan sistem ini sejak tahun 2002. Meskipun begitu, langkah yang diambil Wali Kota ini sudah benar. Kita berharap kedepannya dilakukan proses monitoring dan evaluasi yang cukup ketat baik dalam uji KIR, e-parking serta pengurusan IMB,” ujar Redison.via DNA berita. Jumat (2/7/2021).

Lebih lanjut, Redison juga mengungkapkan, dengan adanya pemberlakuan sistem e-parking dapat mengurangi parkir liar yang selama ini merajalela dan meresahkan masyarakat di Kota Medan. Disamping itu, imbuhnya, Pemko Medan juga dapat menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat.

Selanjutnya, Redison menyarankan kepada Wali Kota untuk mendorong seluruh OPD yang terkait dengan penerimaan anggaran daerah sebaiknya menerapkan sistem non tunai. Sebab, saat ini, hampir rata-rata masyarakat sudah menggunakan pembayaran non tunai. Di samping itu juga, untuk mendorong Kota Medan menjadi smart city, seperti yang diinginkan Wali Kota.

Terkait reformasi birokrasi, Redison juga menilai langkah yang diambil Bobby Nasution sudah sangat tepat. Sebab, wajah terdepan seorang Wali Kota ini sebenarnya adalah perangkat yang ada di bawahnya, mulai dari kepala lingkungan (kepling), lurah, hingga camat yang jelas dirasakan langsung oleh masyarakat. Untuk itu, Redison berharap kepada Wali Kota agar benar-benar melakukan pengawasan sehingga wajah Kota Medan lebih baik lagi. (sby)