
DETEKSI.co-Medan, Haji 2026 Medan menghadirkan kisah penuh haru dari seorang jamaah bernama Ainiyah. Istri almarhum pesepak bola era 90-an, Lasdi Arman, ini akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 5 Mei 2026 bersama 20 peserta lainnya dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13.
Ibadah Haji Medan ini menjadi momen istimewa bagi Ainiyah. Ia berangkat melalui Bimbingan Travel Almadinah untuk mewujudkan cita-cita sang suami yang telah wafat empat tahun lalu. Keinginan berhaji bersama yang dahulu hanya menjadi rencana, kini akhirnya dapat ia realisasikan seorang diri.
Ainiyah berangkat bersama rombongan yang berasal dari kawasan Medan Utara, meliputi Kecamatan Medan Deli, Medan Marelan, hingga Martubung. Total peserta berjumlah 20 orang, terdiri dari sembilan perempuan dan sebelas laki-laki.
Suasana Haru Haji Medan terasa saat keluarga besar almarhum Lasdi Arman menggelar tradisi marhaban dan tepung tawar. Prosesi tersebut menjadi momen penuh doa dan harapan bagi para calon jamaah. Tangis haru tak terbendung dari keluarga dan kerabat yang melepas keberangkatan Ainiyah.
Dalam keterangannya, Ainiyah mengaku merasakan campuran emosi antara sedih dan bahagia. Ia menyebut perjalanan ini sebagai bentuk menunaikan janji bersama suaminya semasa hidup.
“Empat tahun suami saya meninggal, dan baru tahun ini saya bisa mewujudkan janji kami untuk berhaji. Saya sedih, tapi juga bahagia,” ujarnya dengan suara bergetar.
Ia berharap ibadah yang dijalankannya dapat menjadi amal kebaikan bagi dirinya dan almarhum suami. Selain itu, Ainiyah juga berdoa agar ketiga anaknya kelak dapat mengikuti jejaknya menunaikan ibadah haji.
Ketua Bimbingan Haji Almadinah, Drs. H. Sugiman, menjelaskan bahwa seluruh peserta akan menjalani pembekalan sebelum keberangkatan. Selanjutnya, mereka akan masuk ke Asrama Haji Medan untuk mendapatkan bimbingan lanjutan.
“Para jamaah akan tergabung dalam Kloter 13 bersama peserta dari Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara,” jelas Sugiman.
Ia menambahkan, seluruh peserta telah dipersiapkan secara administrasi dan teknis agar dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk.
Keberangkatan ini bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi kisah perjuangan, kesetiaan, dan cinta yang tetap hidup meski dipisahkan oleh waktu.(Boim)





