spot_img
spot_img
Beranda SUMUT MEDAN Operasi Keselamatan Toba 2026 Tekan Pelanggaran 56 Persen

Operasi Keselamatan Toba 2026 Tekan Pelanggaran 56 Persen

0
82
Operasi Keselamatan Toba 2026 dicantat pelanggaran lalu lintas 1.322 kasus.
Operasi Keselamatan Toba 2026 dicantat pelanggaran lalu lintas 1.322 kasus.

DETEKSI.co-Medan, Operasi Keselamatan Toba 2026 yang digelar Polda Sumatera Utara menunjukkan hasil signifikan. Memasuki hari ke-10 pelaksanaan, angka pelanggaran lalu lintas di Sumut turun drastis hingga 56,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data penegakan hukum (Gakkum) hingga Rabu, 11 Februari 2026, total penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat 1.322 kasus. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan 3.052 kasus pada Operasi Keselamatan tahun 2025.

Penindakan melalui tilang elektronik (ETLE) justru mengalami peningkatan. Sepanjang operasi berjalan, ETLE mencatat 252 kasus, naik signifikan dari 52 kasus pada periode sebelumnya. Sebaliknya, penindakan non-ETLE turun tajam menjadi 66 kasus, dari sebelumnya 905 kasus.

Selain tilang, petugas juga mengedepankan pendekatan persuasif. Teguran kepada pelanggar lalu lintas tercatat 969 kali, menurun dari 2.095 teguran pada tahun lalu. Penurunan ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Dalam Operasi Keselamatan Toba 2026, polisi juga menindak 6 kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum atau travel ilegal tanpa izin. Selain itu, 29 kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) turut ditindak karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Secara kumulatif sejak 2 Februari hingga hari ke-10 operasi, total penindakan mencapai 10.667 tindakan. Rinciannya meliputi 1.692 kasus ETLE, 604 penindakan non-ETLE, 8.265 teguran, 17 kasus travel ilegal, serta 89 kendaraan ODOL.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa tren penurunan pelanggaran mencerminkan keberhasilan strategi operasi yang lebih mengutamakan edukasi dan pencegahan.

“Operasi Keselamatan Toba 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. Penurunan pelanggaran lebih dari 56 persen menjadi indikator positif meningkatnya kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penegakan hukum tetap dilakukan secara profesional dan proporsional, terutama terhadap pelanggaran yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Dengan capaian tersebut, Operasi Keselamatan Toba 2026 hingga hari ke-10 menunjukkan tren positif melalui sinergi antara edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum terukur di seluruh wilayah Sumatera Utara.(Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini