Kebakaran Hutan Trenggalek Padam, 3,5 Hektare Lahan Perhutani Terbakar

DETEKSI.co-Trenggalek, Kebakaran hutan milik Perum Perhutani di Petak 76 B, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berhasil dipadamkan tim gabungan TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Perhutani, relawan, dan masyarakat, Selasa (18/8/2026) malam.

Kebakaran hutan Trenggalek tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, warga melihat titik api dan kepulan asap dari kawasan hutan yang berada di atas RS Budi Asih Trenggalek.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti Danramil 0806-01/Trenggalek, Kapten Inf Agus Setiawan. Ia segera berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk melakukan penanganan dan mencegah api meluas.

Pemadaman dipimpin langsung Kapten Agus. Tim yang terlibat terdiri dari personel Koramil 0806-01/Trenggalek, Polres Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, Damkar Kabupaten Trenggalek, KRPH Trenggalek, Perhutani Trenggalek, Relawan TRC-PB Trenggalek, serta warga Kelurahan Tamanan.

Upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan sehingga sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pemadaman secara manual. Tim menggunakan metode gepyok dengan ilaran yang dibuat dari ranting dan dedaunan untuk memukul sekaligus mengisolasi titik-titik api.

Selain itu, personel menyisir kawasan yang terbakar untuk memastikan kobaran api tidak merambat ke bagian hutan lainnya.

“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak dan berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait. Medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam bukan menjadi alasan untuk menunda penanganan. Api harus segera dikendalikan agar tidak meluas,” kata Kapten Agus.

Setelah sekitar tiga jam melakukan pemadaman, tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan seluruh kobaran api.

Pendataan sementara menunjukkan kebakaran menghanguskan lahan sekitar 3,5 hektare. Area yang terbakar ditumbuhi tanaman pohon jati dan sengon buto.

Setelah api dinyatakan padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran kembali dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih menyala dan berpotensi menyebabkan kebakaran susulan.

Kapten Agus mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Ia secara khusus mengingatkan warga agar tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di sekitar kawasan hutan dan lahan kering.

“Jangan membakar sampah sembarangan, terlebih di dekat kawasan hutan dan lahan kering. Sedikit saja kelalaian dapat memicu api cepat merambat dan menyebabkan kebakaran lebih luas,” ujarnya.

Kebakaran tersebut menjadi perhatian karena kondisi kawasan perbukitan dan lahan kering dapat menyulitkan proses pemadaman apabila api kembali muncul. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan berikutnya. (Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']