DETEKSI.co – Dairi, Pemerintah Kabupaten Dairi memastikan akan memberikan perawatan dan perhatian penuh kepada AGP, anak yang menjadi korban kekerasan diduga dilakukan oleh eorang ibu pengasuhnya.
Selain kepada AGP, Pemkab Dairi juga akan memberi perlakuan yang sama kepada adiknya bernisial AP. termasuk menjamin kebutuhan tempat tinggal, makan, serta pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Dairi Vickner Sinaga di gedung DPRD Dairi usai penyampaian Nota Pengantar atas Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, Senin (31/8/2026).
Bupati Vickner mengatakan, Pemkab Dairi akan bertanggung jawab terhadap kebutuhan kedua anak tersebut, termasuk untuk perawatan yang sedang dijalani.
“Untuk kedua anak tersebut, kita akan memberikan tanggung jawab, termasuk untuk proses perawatan saat ini maupun perawatan lanjutan”, kata Vickner.
Pemerintah daerah hadir untuk memastikan kedua anak tersebut mendapat perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan.
Bupati Vickner juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah memberikan perhatian serta kepedulian kepada AGP dan AP.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani menyatakan dukungan terhadap langkah Pemkab Dairi. Dengan demikian anak tersebut akan mendapat perlindungan dan jaminan.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu, (sekitar pekan ketiga Agustus 2026-red) seorang anak terpaksa menjalani Perawatan intensif di RSUD Sidikalang bahkan kemudian harus dirujuk ke RS Haji Medan akibat mengalami luka serius di sekujur tubuh karena tindak kekerasan diduga dilakukan seorang ibu berinisial RS yang menjadi pengasuhnya.
Anak tersebut bersama adiknya berada dalam pengasuhan RS karena ayah mereka sedang menjalani proses hukum, sementara ibunya pergi meninggalkan mereka.
Tindak kekerasan yang dialami si anak oleh pengasuhnya itu, menjadi atensi berbagai pihak termasuk, pegiat sosial hingga politisi Senayan, setelah viral di berbagai platform media sosial.
Kasus itu juga telah bergulir ke ranah hukum, sementara korban berada dalam perawatan medis dan perlindungan OPD terkait di Pemkab Dairi. (NGL)


