Ganda Sirait Serahkan 10.000 Bibit Petai Cina ke Pemkab Toba, Targetkan Penghijauan Satu Juta Pohon

DETEKSI.co-Toba, Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di Kawasan Danau Toba diwujudkan melalui penyerahan 10.000 bibit petai cina atau lamtoro kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba, Sumatera Utara, Jumat (9/10/2026).

Bantuan tersebut diserahkan Ketua Umum DPP LSM Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) sekaligus Ketua Umum Forum Bangso Batak Berjuang, Ganda Sirait, S.H., M.H., kepada Bupati Toba, Effendi Napitupulu, di pendopo Kantor Bupati Toba.

Penyerahan bibit ini merupakan tahap awal dari program penghijauan dan rehabilitasi lingkungan yang ditargetkan mencapai 1 juta bibit pohon. Ganda juga merencanakan pengiriman tahap berikutnya hingga 100.000 bibit untuk mendukung penghijauan di Kabupaten Toba.

Ganda mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap Bona Pasogit, tanah leluhur masyarakat Batak. Menurutnya, menjaga kelestarian alam Danau Toba membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat, tidak hanya melalui penanaman pohon, tetapi juga pemeliharaan tanaman, perlindungan kawasan hutan, edukasi, serta pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

Ia juga menyoroti perubahan kondisi lingkungan yang dirasakannya di kawasan Ajibata, Porsea, Balige hingga Siborongborong. Namun, menurutnya, perubahan suhu dan kondisi lingkungan perlu dikaji secara ilmiah dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perubahan tutupan lahan, vegetasi, aktivitas manusia, dan perubahan iklim.

“Danau Toba adalah kebanggaan kita dan kebanggaan nasional. Kita harus menjaganya agar tetap lestari, masyarakatnya sejahtera, dan generasi mendatang masih dapat menikmati alam yang hijau dan udara yang bersih,” ujar Ganda.

Selain mendukung penghijauan, petai cina atau lamtoro (Leucaena leucocephala) berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan dalam sistem pertanian terpadu. Meski demikian, pemilihan lokasi penanaman, kesesuaian jenis tanaman, serta pemeliharaan harus diperhatikan. Tanaman ini juga berpotensi menyebar secara invasif sehingga pengembangannya perlu mempertimbangkan kondisi ekosistem setempat.

Ganda berharap Pemkab Toba dapat mengkaji dan menindaklanjuti bantuan tersebut melalui program penghijauan yang terencana dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan rencana memberikan bibit petai cina kepada Pemerintah Kabupaten Samosir untuk mendukung upaya serupa.

Dalam kunjungan yang sama, Ganda turut mendatangi kantor PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) di Parmaksian, kawasan Porsea. Ia menyampaikan keinginannya memperoleh kejelasan mengenai aktivitas operasional perusahaan serta wacana pengelolaan lahan bekas konsesi oleh PT Agrinas atau badan usaha milik negara (BUMN).

Menurut Ganda, setiap kebijakan pengelolaan kawasan hutan dan lahan harus memperhatikan kelestarian lingkungan, kepentingan masyarakat, serta kepastian hukum atas hak masyarakat adat. Ia mendorong dialog, pemetaan partisipatif, dan verifikasi status lahan agar penyelesaian persoalan tidak memicu konflik sosial.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip Pasal 33 UUD 1945 tentang pemanfaatan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, serta penghormatan terhadap masyarakat hukum adat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ganda berharap program penghijauan tersebut tidak berhenti pada penyerahan bibit, tetapi dilanjutkan dengan penanaman, perawatan, dan evaluasi tingkat keberhasilan tumbuh. Dengan demikian, target satu juta bibit diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Kawasan Danau Toba. (en)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']