DETEKSI.co-Tapteng, Sebanyak 59 rumah ibadah di Tapanuli Tengah (Tapteng) yang terdampak banjir ekologi 2025 lalu, menerima bantuan perbaikan.
Masing-masing menerima Rp16 juta, dengan total penyaluran mencapai Rp944 juta dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi, bertempat di Gedung Serbaguna Pandan, Kamis, 8 Oktober 2026.
Mahmud menyampaikan, bahwa Pemerintah sangat memahami posisi strategis rumah ibadah sebagai pilar utama pembangunan mental dan spiritual warga.
Di tempat-tempat inilah masyarakat menemukan kedamaian, saling menguatkan, serta merawat nilai-nilai toleransi.
“Dampak dari bencana tersebut tidak hanya menyentuh sektor pemukiman dan perekonomian warga, tetapi juga merusak sejumlah sarana peribadatan yang menjadi pusat kegiatan spiritual masyarakat,” ujar Wabup dalam rilis yang diterima, Jumat (9/10/2026).
Ia juga menyoroti peran penting rumah ibadah di tengah situasi darurat, banyak rumah ibadah yang difungsikan sebagai tempat evakuasi bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri dan berlindung.
“Hal ini membuktikan bahwa rumah ibadah memiliki fungsi sosial yang luas di tengah masyarakat,” kata Mahmud.
Terkait upaya pemulihan ke depan, lanjutnya, pemerintah daerah telah memetakan langkah-langkah konkret rehabilitasi dan rekonstruksi seperti pembangunan sebanyak 10 unit rumah ibadah terdampak bencana alam dari total 26 unit rumah ibadah yang direncanakan.
Rencananya di tahun 2027, Pemkab Tapteng akan melanjutkan program rehabilitasi, rekonstruksi, dan relokasi untuk 77 unit rumah ibadah lainnya. (Rosianna Hutabarat)


