DETEKSI.co-Tapteng, Harga ikan di wilayah Tapanuli Tengah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari belakangan.
Pantauan awak media di Pasar Onan Sibuluan, Selasa (8/9/2026) pagi, pasokan ikan laut terlihat menipis dibandingkan hari-hari biasa.
Jenis ikan konsumsi utama seperti teri basah, tongkol, nila dan sare dan udang mengalami kenaikan harga hingga Rp 10 ribu per kilogramnya.
Selain itu, kenaikan harga ikan yang signifikan juga terjadi pada cumi-cumi sedang yang biasanya dijual Rp 70 ribu kini dijual Rp 100 ribu per kilogram, teter biasa dijual Rp 35 ribu dijual Rp 48 ribu, ikan mata besar biasa dijual Rp 35 ribu dijual Rp 50 ribu.
Boru Sihombing, penjual ikan mengutarakan penyebab harga ikan melonjak diakibatkan fenomena terang bulan yang membuat hasil tangkapan nelayan berkurang.
“Sulit cari ikan di tangkahan, kebanyakan kosong,” ucapnya, Selasa, Pagi.
Tak banyak kapal nelayan yang melaut, di sisi lain, permintaan konsumen di pasar tetap tinggi, juga adanya permintaan dari dapur MBG, yang secara otomatis membuat harga jual ikan melambung.
“Terpaksa kami ikut naikkan harga karena kami beli juga naik harganya,” sebut perempuan paruh baya itu.
Sementara itu, Raya Daulay (36), salah satu pembeli, mengaku cukup bingung saat berbelanja kebutuhan dapur karena harga ikan yang melonjak. Ia terpaksa mengurangi jumlah barang belanjaannya menunggu harga kembali stabil.
“Biasanya suka stok ikan di kulkas untuk tiga hari ke depan, sekarang belinya sedikit saja,” ungkapnya.
Raya berharap kondisi laut segera kembali normal agar harga ikan turun kembali ke harga semula. (Rosianna Hutabarat)


