DETEKSI.co-Karo, Gunung Sinabung menjadi perhatian jajaran Kodam I/Bukit Barisan (I/BB) bersama pemerintah dan unsur terkait. Sebanyak 650 warga Desa Kuta Tenggah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, dievakuasi ke Jambur Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, pada Selasa, 1 September 2026.
Evakuasi 650 warga Karo tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung. Langkah ini sekaligus bertujuan memastikan keselamatan masyarakat apabila kondisi gunung mengalami perubahan.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapsiagaan pada pukul 08.00 WIB. Apel dipimpin Dandim 0205/TK Letkol Inf. Robert B. Panjaitan dan melibatkan personel Kodim 0205/TK, Yonif 125/SMB, Brimob, BNPB serta Karang Taruna.
Setelah apel, seluruh personel melakukan persiapan dan koordinasi. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung proses penjemputan warga sekaligus memastikan pelaksanaan evakuasi berjalan tertib.
Untuk memudahkan pengendalian, Dandim 0205/TK menempatkan Posko Utama di Makodim 0205/TK.
Selain itu, sejumlah posko pengungsi juga disiapkan. Lokasinya berada di KDKMP Desa Tiga Pancur, Aula Desa Mbelang, Desa Lau Buah dan Desa Parbiji.
Posko logistik disiapkan di SPPG Desa Ndokum Siroga, SPPG Desa Batu Karang, SPPG Desa Suka Tendel dan SPPG Desa Tanjung Merawa.
Sementara itu, fasilitas kesehatan disiapkan di Puskesmas Simpang Empat dan Puskesmas Payung.
Untuk kebutuhan air bersih, pemerintah dan unsur terkait menyiapkan fasilitas di Sumur Bor Desa Tiga Pancur serta Sumur Bor Desa Batu Karang.
Evakuasi Dimulai Siang Hari
Proses evakuasi warga Desa Kuta Tenggah dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Personel yang dipimpin Danramil 04/SE Kapten Inf Gandi Haryanto bergerak dari Posko Siaga menuju desa tersebut.
Setibanya di Desa Kuta Tenggah, personel membantu warga mengangkut barang-barang yang diperlukan. Setelah itu, warga bersama personel bergerak menuju Jambur Desa Sukatepu sebagai lokasi pengungsian.
Sebanyak 207 kepala keluarga atau 650 orang berhasil dievakuasi.
Proses pemindahan warga menggunakan dua unit truk TNI dan sembilan unit truk KDKMP.
Seluruh warga yang dievakuasi kemudian tiba di lokasi pengungsian dalam kondisi aman dan tertib.
Warga Desa Gurki Masih Bertahan
Selain Desa Kuta Tenggah, Desa Gurki juga direncanakan untuk dilakukan pengungsian.
Rencana tersebut berdasarkan hasil rapat serta rekomendasi Kementerian ESDM, Badan Geologi dan PVMBG Pos Pengamatan Gunung Sinabung.
Namun, hingga pelaksanaan evakuasi warga Desa Kuta Tenggah, warga Desa Gurki masih belum bersedia mengungsi.
Pemerintah bersama unsur terkait tetap melakukan koordinasi dengan masyarakat. Kendaraan juga disiapkan untuk mengantisipasi proses evakuasi apabila sewaktu-waktu diperlukan.
TNI Utamakan Keselamatan Warga
Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., M.Han., mengatakan TNI bersama pemerintah dan unsur terkait terus mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
Menurutnya, evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah jatuhnya korban apabila aktivitas Gunung Sinabung mengalami peningkatan.
“TNI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait serta membantu masyarakat secara humanis sesuai perkembangan situasi dan rekomendasi dari instansi yang berwenang,” kata Sandy.
Evakuasi tersebut menunjukkan kesiapsiagaan aparat dan pemerintah dalam menghadapi potensi perubahan aktivitas Gunung Sinabung. Penanganan selanjutnya akan mengikuti perkembangan situasi serta rekomendasi dari instansi yang memiliki kewenangan terkait aktivitas gunung api. (Ril)


