DETEKSI.co – Dairi, Intensitas hujan yang sekitar seminggu terakhir meningkat di wilayah Kabupaten Dairi telah memicu banjir, tanah longsor, dan juga kerusakan lahan pertanian maupun infrastruktur jalan termasuk diantaranya pohon tumbang yang menyebabkan akses transportasi masyarakat terganggu.
Informasi dilansir dari laman Pemkab Dairi, disebutkan bahwa sesuai laporan Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Dairi, Erwin Sitorus, terdapat enam lokasi terdampak, yakni Dusun Sukumblin, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-pungga, jalan penghubung Desa Pasir Mbelang–Pasir Tengah dan Simpang Renun–Lau Njuhar 1 di Kecamatan Tanah Pinem,
Kemudian di Dusun Huta Passur, Desa Janji, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Jalan Lae Pondom, Kecamatan Silahisabungan, serta jalan menuju TWA Sicike-cike di Desa Lae Hole 2, Kecamatan Parbuluan.
Dilaporkan, dari sejumlah lokasi terdampak, kejadian terparah terjadi di Dusun Sukumblin, Desa Lae Ambat, pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Di lokasi dimaksud, banjir dan longsor mengakibatkan kerusakan lahan pertanian, terutama tanaman jagung dan komoditas lainnya, dengan luas diperkirakan sekitar lima hektare.
Selain itu, delapan titik jalan usaha tani mengalami kerusakan akibat longsor dan satu unit jembatan dilaporkan hanyut terbawa arus.
Menindaklanjuti kejadian itu, Satgas BPBD melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan peninjauan lapangan, pendataan kerusakan, serta pengumpulan informasi untuk menentukan kebutuhan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Koordinasi juga terus dilakukan bersama pemerintah desa dan kecamatan di wilayah terdampak.
Pada Minggu (25/10/2026), tim BPBD Kabupaten Dairi kembali melakukan peninjauan dan inventarisasi dampak banjir serta longsor di Desa Lae Ambat guna memastikan kondisi terkini, mengidentifikasi tingkat kerusakan dan menyiapkan langkah penanganan.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Dairi Vickner Sinaga melalui Kalaksa BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, serta wilayah yang memiliki akses jalan dengan kondisi tanah labil.
Bupati juga mengingatkan seluruh dinas dan OPD terkait, agar peka dan responsif terhadap perkembangan situasi, serta proaktif menyampaikan informasi peringatan dini kepada masyarakat.
Informasi yang cepat, tepat, dan mudah dipahami merupakan bagian penting dari mitigasi bencana sejak dini dengan tetap meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan memperkuat koordinasi lintas sektor. (NGL)


