Beranda blog Halaman 1920

Sukseskan Vaksinasi Nasional, Polres Batu bara laksanakan Program Sejuta Vaksin

0

DETEKSI.co – Batu bara, Di gelar setiap harinya mulai Pukul 08.00 wib sampai 15.00wib Polres Batu bara ajak masyarakat untuk lakukan Vaksinasi gratis di Gedung URKES Polres Batu bara.

Program Penyuntikan Vaksinasi ini juga di laksanakan oleh seluruh jajaran Polda dan Polres yang ada di seluruh Indonesia dari Hari Senin sampai Sabtu dalam program Nasional Sejuta Vaksin sesuai peraturan Presiden RI No 14 tahun 2021 .

Di katakan Kapolres Batu bara saat meninjau masyarakat yang melaksanakan Vaksinasi ” Saya menghimbau kepada masyarakat agar segerah melakukan Vaksinasi , ini di peruntukan kepada masyarakat dari usia 18 tahun ke atas dan di peruntukan di utamakan bagi masyarakat yang berdomisili dan bermukim di Kab. Batu bara , dengan melampirkan KTP Juga kartu keluarga,

Hal ini harus di lakukan demi mencegah penyebaran Covid 19 dan untuk pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju.

Sebab itu saya sarankan ajak keluarga dan kerabat anada datang ke Polres Batu bara ini dalam melakukan Vaksinasi Nasional, ungkapnya. ( Boim )

LIBAS & YAMA Minta BUPAS Bentuk Tim Pansel Sekda

0

DETEKSI.co – Aceh Selatan, Koordinator LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (LIBAS) Mayfendri SE dan Direktur Lembaga Yayasan Mata Air ( Yama ) meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan agar segera membentuk tim Panitia Seleksi (Pansel) Sekretaris Daerah (Sekda) definitif.

“Tim pansel ini nantinya akan mencari figur pejabat yang dinilai lebih berkompeten dan berkualitas untuk menjadi Sekda baru menggantikan pelaksana tugas (Plt) Sekda,” kata Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Jum’at (2/7/2021).

Memang menurut Mayfendry Secara teknis pembentukan tim pansel adalah dibawah komando Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Selatan.

“Oleh sebab itu, kita sarankan kepada Kepala BKPSDM Aceh Selatan agar melakukan langkah – langkah koordinasi dengan pimpinan daerah untuk membentuk tim pansel Sekda definitif,” ucap Mayfendry.

Menurutnya, permintaan maupun saran pembentukan tim pansel Sekda ini sudah sangat mendesak ditengah mencuatnya sorotan terhadap pemerintahan dibawah kepemimpinan Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran.

“Permintaan atau saran ini bukan kritikan terhadap Bupati Aceh Selatan, Pak Tgk. Amran, melainkan bagian kontrol sosial untuk kemajuan daerah” tambahnya.

“Maka tidak salahnya Bupati Aceh Selatan menanggapi dengan serius terkait pembentukan tim pansel Sekda,” pungkas Mayfendry.

Sementara menurut pendapat Ir. Subiyono seorang aktifis sekaligus Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Mata Air (Yama) Aceh Selatan, mengatakan, demi mewujudkan visi dan misi Bupati Aceh Selatan dirasa tidak ada salahnya untuk mengakomodir masukan dari manapun, asal itu untuk kemajuan pembangunan daerah.

” yah, tidak ada salahnya Bupati Aceh Selatan dan jajaranya untuk mengakomodir masukan dari manapun yang bersifat positif asal demi kemajuan pembangunan Aceh Selatan ” ucapnya kepada awak media pada Kamis (2/7/2021).

Lebih jauh biono menjelaskan, dalam sebuah tatanan kepemerintahan seorang Sekretaris Daerah (Sekda) merupakan representasi dari seorang pimpinan daerah dalam hal ini Bupati atau Wakil Bupati. Bila mana seorang Sekda tidak mempunyai kemampuan untuk merefleksikan sosok dan kemauan serta keinginan pimpinan daerah (Bupati) maka Sekda tersebut dinilai gagal dalam tugasnya dan perlu di kaji ulang. Seorang Sekda harus selaras dengan acuan dan program kerja Bupati, maka dalam hal ini sudah selayaknyalah Bupati Aceh Selatan segera membentuk Tim Panitia Seleksi (Pansel) yang tentu saja terdiri dari berbagai institusi seperti dari legeslatif, element sipil, dan pihak terkait lainya yang mana tentu saja di bawah koordinasi BKPSDM Aceh Selatan” pungkasnya.(sby)

Gubsu Edy Rahmayadi terima Panitia Konfrensi PWI Sumut

0

DETEKSI.co – Medan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta agar dana desa benar-benar dipergunakan untuk pembangunan desa.
“Dana desa harus benar-benar dipergunakan untuk membangun desa. Bukan untuk kepentingan lain apalagi dikorupsi,” tegas Gubsu saat menerima audiensi Panitia Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara 2021 di Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman No 41, Jumat (2/7).

Audiensi dipimpin Penanggung Jawab Konferensi yang juga Ketua PWI Sumut H Hermansjah didampingi Sekreratis PWI Sumut Edward Thahir, Ketua dan Sekretaris Panitia Pelaksana (OC) Khairul Muslim dan Rizal R Surya, Ketua Panitia Pengarah (SC) Nurhalim Tanjung dan Zulkifli Harahap. Sedangkan Gubsu didampingi Kadis Kominfo Irman Oemar dan Staf Ahli Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan M Fitriyus.

Menurut Gubsu, dana desa harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa. Karena itu dana desa harus dikelola dengan sebaik mungkin dan jangan diselewengkan untuk kepentingan lain.
“Saya menemukan ada dana desa yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan desa dan kesejahteraan rakyat. Modusnya dengan melalui berbagai kegiatan seperti bimbingan teknis (bimtek). Kemarin saya menemukan kegiatan seperti ini dan langsung dibubarkan,” tegas Gubsu.

Gubsu minta bupati untuk benar-benar mengawasi penggunaan dana desa ini. “Yang menyetujui pengeluaran anggaran dana desa adalah bupati. Karena itu bupati harus mengawasi penggunaannya. Kegiatan-kegiatan model bimtek ini harus diperhatikan,” tegasnya.

Berkaitan itu, Gubsu berharap kepada PWI khususnya dan wartawan umumnya untuk ikut mengawasi penggunaan dana desa. “Saya berharap kepada kawan-kawan PWI khususnya dan wartawan umumnya untuk mengawasi penggunaan dana desa,” harapnya.

Konferensi PWI Sumut

Berkaitan dengan pelaksaan Konferensi PWI Sumut yang dilaporkan Hermansjah akan berlangsung 29 Juli secara daring dan 31 Juli secara tatap muka, Gubsu berharap pelaksaan konferensi berjalan dengan baik.
“Saya mendukung agar pelaksanaan Konferensi PWI Sumut 2021 berjalan dengan baik dan sukses serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu mengayomi seluruh anggotanya serta mampu bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumut dalam mengawal pembangunan di provinsi ini,” ujarnya.

Gubsu berharap agar PWI mampu menjalankan perannya sebagai kontrol sosial dalam pelaksanaan pembangunan di Sumut. “Berikan kritik dan saran agar pembangunan di daerah ini berjalan dengan baik. Saya siap dikritik kalau memang ada yang tidak benar,” tegasnuya.

Khairul Muslim meminta petunjuk kepada Gubsu selaku Ketua Satgas Covid-19, agar pelaksanaan Konferensi PWI Sumut tidak melanggar protokol kesehatan (protokol). “Berapa jumlah peserta yang boleh hadir untuk mengikuti pertemuan tatap muka, kami mohon petunjuk Pak Gubsu,” ujar Khairul Muslim.
Untuk hal ini Gubsu minta panitia berkoodinasi dengan Satgas Covid-19 Sumut agar konferensi berjalan sukses tanpa melanggar prokes. (Rel)

Oknum Kepala Sekolah SDN Labuhan Rima Diduga Gelapkan Dana PIP Siswa

0

DETEKSI.co – Nias Selatan, Program Indonesia Pintar (PIP) adalah pemberian bantuan tunai pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa SD, SMP, hingga SMA antara usia 6-21 tahun yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Penerima bantuan PIP merupakan pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yatim piatu, penyandang disabilitas, korban bencana alam/musibah. Dana PIP ini merupakan bagian dari penyempurnaan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Seorang oknum Kepala Sekolah SD Negeri No. 078502 Labuhan Rima berinisial SL diduga “menggelapkan” dana bantuan Program Indonesia pintar (PIP) pendidikan senilai puluhan juta rupiah milik murid sekolah yang kurang mampu di Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (2/7/2021).

Hal ini dibenarkan oleh orangtua murid serta salah seorang guru SDN Labuhan Rima kepada awak media DETEKSI.co.

Salah seorang orang tua murid bernama Mesakhi Maduwu yang juga merupakan sebagai Wakil Ketua Komite, dan juga sebagai Kepala Desa Labuhan Rima Baru, menjelaskan bahwa sejak tahun 2018 sampai tahun 2021 ini, Kepala Sekolah SD Labuhan Rima tidak pernah menyalurkan dana PIP kepada siswa penerima manfaat.

Mesakhi Maduwu menjelaskan, kami orangtua murid tidak pernah diberitahu oleh Kepala Sekolah tentang bantuan PIP ini, dan begitu juga kepada murid di sekolah itu.

“Saya kaget, ketika kami telusuri, ternyata ada beberapa murid disekolah itu terdaftar sebagai penerima dana PIP”, tuturnya.

Dia menyebutkan, kami tidak tau siapa saja murid penerima bantuan itu, karena Kepala Sekolahnya tidak transparan dan jarang hadir kesekolah.

“Selama dia (Kepala Sekolah) menjabat disekolah itu, kehadirannya disekolah bisa dihitung jari, sebab dia tidak tinggal disini (Pulau-Pulau Batu Timur) melainkan di Pulau Tello”, beber Wakil Ketua Komite.

Dia menambahkan, murid penerima dana PIP disekolah itu tidak pernah menerima Buku Rekening dan ATM.

“Kami sangat mengharapkan ada bantuan ini, tapi kami kecewa dengan oknum kepala sekolah, karena telah menggelapkan dana PIP siswa dan juga tidak transparan kepada kami,” pungkas orang tua murid dengan nada kecewa.

Hal senada juga disampaikan kepada awak media oleh salah seorang guru disekolah itu yang tidak mau disebutkan namanya.

“Sejak saya mengajar di SDN Labuhan Rima, saya tidak pernah mendengar dan melihat dibagikan dana PIP kepada siswa, serta tidak tahu nama-nama siswa penerima PIP tersebut”, ungkapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah saat dihubungi melalui via telepon seluler, menjelaskan bahwa sekolah SDN Labuhan Rima belum menerima PIP.

“Sekolah tempat saya bertugas belum masuk PIP, karena waktu di Dinas, waktu itu di ambil nomor, apa namanya itu, tidak ada nomor anak-anak disana, itu lupa aku nomor apa itu”, ucap SL.

Lanjutnya, SL menyebutkan bahwa pernah ada nama siswa SDN Labuhan Rima yang menerima PIP berjumlah 6 siswa, tapi saya suruh anak-anak mengambil di Bank BRI Teluk Dalam.

Berdasarkan penelusuran awak media melalui laman pip.kemdikbud.go.id diketahui bahwa pada tahun 2018 tercatat ada 28 siswa penerima dana PIP, dan yang sudah dicairkan sebanyak 22 siswa. Pada tahun 2019 tercatat ada 28 siswa, dan yang sudah dicairkan sebanyak 19 siswa. Pada tahun 2020 tercatat ada 28 siswa, dan yang sudah dicairkan sebanyak 16 siswa. Dan pada tahun 2021 tercatat ada 9 siswa, dan yang sudah dicairkan sebanyak 9 siswa. Besaran uang per siswa sejumlah Rp. 225.000.

Dikabarkan, bahwa beberapa orangtua murid akan menempuh jalur hukum dan akan melaporkan oknum kepala sekolah SL kepada penegak hukum dan kejaksaan dengan harapan pelaku dapat diproses sesuai aturan hukum yang berlalu. (Heldiz)

Literasi Digital Kabupaten Samosir, Keynote Speaker Bupati Vandiko Gultom

0

DETEKSI.co  – Samosir, Mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota / Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

Empat kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam thema.

Sebagai Keynote Speaker, Bupati Kabupaten Samosir Vandiko T. Gultom, ST. memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

DIGITAL SKILL – MUHTADI ZUBEIR, S.Pd., M.T (Praktisi IT RTIK), Thema : “PENTINGNYA MEMILIKI DIGITAL SKILL DI MASA PANDEMI COVID 19”

Muhtadi menerangkan fungsi media sosial, diantaranya sebagai alat komunikasi, alat penyimanan, alat dagang, alat pemasaran, dan alat berbagi pengalaman. Kenapa harus online? Muhtadi selanjutnya menjelaskan karena online menjangkau lebih banyak daerah, hemat waktu, uang, dan hemat tenaga. Jumadi juga menyarankan agar membangun jejak digital dari sekarang dengan membuat konten yang sesuai dengan kemampuan. Orang akan melihat siapa kita atau apa produk kita dari bagaimana cara kita mengomunikasikannya.

Rumus survive di masa pandemi antara lain critical thining dan problem solving, creatvity dan innovation, communication serta collaburation.

DIGITAL CULTURE – RAHMAT HUMALA P. HASIBUAN (Relawan TIK & Dewan Pengurus ID Institute ) Thema : “MEMAHAMI BATASAN DALAM KEBEBASAN BEREKSPRESI DI DUNIA DIGITAL ”

Dijelaskan oleh Rahmat, kebebasan berekspresi adalah hak setiap orang untuk mencari, menerima dan menyebarkan informasi dan gagasan dalam bentuk apapun, dengan cara apapun.

Sedangkan tantangan yang harus dihadapi bagaimana menempatkan diri di dunia maya sehingga nantinya tidak menimbulkan masalah bagi diri mereka sendiri dan orang lain, menerapkan budaya berekspresi yang santun dan beretika, harus bisa bijak berselancar di dunia digital dan harus bisa menjaga privasi pribadi dan privasi orang lain.
Kenapa kebebasan berekspersi penting, menurut Rahmat kita bisa menyampaikan, mencari, menerima dan membagikan berbagai macam informasi, bisa berkumpul untuk menuntut hak kita dan orang lain dan bisa mencari informasi seluas-luasnya dan mengembangkan diri.

Meskipun hukum internasional melindungi kebebasan berekspresi, ada beberapa situasi saat ucapan  dapat dibatasi secara sah di hadapan hukum, seperti jika ujaran atau ekspresi melanggar hak orang lain, mendukung kebencian dan memicu diskriminasi atau kekerasan.

DIGITAL SAFETY – Bp. MUHAMMAD RIDWAN ARIF, M.Pd (RTIK Indonesia – Praktisi Pendidikan) Thema : “MENJAGA KEAMANAN DIGITAL BAGI ANAK ANAK DI DUNIA MAYA”

Dalam penjelasan di webinar, Muhammad Ridwan memberikan beberapa ilustrasi berupa kartun yang menggambarkan perbandingan jaman dahulu dengan jaman sekarang.

Contoh 1 : Anak anak dahulu bercita cita menjadi dokter atau astronot, jaman sekarang anak anak  ingin menjadi blogger, influencer atau freelancer.
Contoh 2 : Dahulu seorang anak menjawab pertanyaan ibunya tentang hasil ulangan matematika, sekarang apabila seorang ibu bertanya tentang kegiatannya maka akan dijawab silahkan cek videonya di Youtube.

Ada pepatah yang disebutkan Muhammad Ridwan sebagai berikut : Gadget mendekatkan yang jauh tapi menjauhkan yang dekat. Sebagai contoh tidak ada komunikasi saat makan malam bersama keluarga, karena masing masing sibuk dengan handphonenya.

Data dari studi yang didanai UNICEF dan dilaksanakan oleh Kominfo, bahwa 98% anak dan remaja mengenal internet dan 79,5% diantaranya adalah pengguna internet.

Apa yang harus dilakukan para orang tua?
1. Orang tua harus bekerjasama yang baik dalam mendidik anak.
2. Jaga komunikasi dengan anak.
3. Cari tahu, belajar dan belajar terus.
4. Buat kesepakatan dengan anak terkait penggunaan perangkat dan media digital.
5. Pinjamkan gadget sesuai kebutuhan.
6. Ajak untuk berinteraksi di dunia maya.
7. Pilih aplikasi yang positif dan sesuai dengan usia anak.
8. Berikan penjelasan secukupnya mengenai bahaya dan manfaat perangkat dan media yang
digunakan.
9. Selalu mendampingi anak.
10. Aktifkan parental control dan telusuri aktifitas anak di dunia maya.

DIGITAL ETHICS – ROY EFFENDI SUBARJA, ST (CEO TOKOADOPE) Thema : “PERAN DAN FUNGSI E MARKET DALAM MENDUKUNG PRODUK LOKAL”

Roy menjelaskan e market adalah bisnis berbasis website / portal, dan berbasis aplikasi. E-market jika dijabarkan menjadi 2 suku kata yaitu e (electronic) yang dapat diartikan sebagai media yang dapat digunakan untuk mengakses suatu konten menggunakan energi elektromanetik, sedangkan market dapat diartikan sebagai pasar.

Peran sebagai konsumen / pembeli yakni mengutamakan produk lokal dalam kebutuhan, mengajak  keluarga, teman, kolega dan komunitas untuk belanja produk local dan membantu promosi produk lokal melalui akun sosmed. Sedangkan peran sebagai produsen atau penjual adalah memahami segmentasi produk, komitmen kualitas produk, komitmen kepastian harga, kemampuan menjual & promosi dan memberikan jaminan dan kepercayaan.

Di akhir pemaparannya, Roy memberikan pesan “segunung ide briliant anda tidak akan berarti jika anda tidak memulai” , segera eksekusi ide anda dan jadikan ide anda bernilai.

SHARING SESSION- CIKA AUDIKA (Co Founder & CMO of Bicara Project, 12,7K followers ).
Cika menyampaikan kesimpulan dari para narasumber yang telah memberikan pemaparannya  dengan memberikan poin – poin penting. (en)

Mewujudkan Masyarakat agar Paham Literasi Digital

0

DETEKSI.co  – Tebing Tinggi, Mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota / Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

Empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Sebagai Keynote Speaker, Wali Kota  Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan, MM memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing – masing  oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

 DIGITAL SKILL disampaikan MUHAMMAD YUNUS, SKom., M.Kom (Dosen Politeknik Negeri Jember & RTIK Jember) bertema : “JENIS JENIS MESIN PENCARIAN DAN TIPS MEMILAH INFORMASI DARI MESIN PENCARIAN”

Dalam pemaparan singkatnya Muhhamad Yunus memberikan data yang diambil dari netmarketshare.com 2021 dan gs.statcounter.com dimana top search engine masih diungguli oleh Google sebanyak 69,8% di ikuti oleh Bing dan Yahoo. Sementara Market Share di Indonesia, Google berada di ranking atas mengungguli search engine lainnya.

Muhammad juga memberikan tips mencari dan memilah informasi melalui search engine sebagai berikut :

  1. Kutipan (“ “) : mencari kata/frase yang spesifik Contoh : “modul oracle“
  2. Tanda (*) : mencari kata atau frase yang hilang (lupa) Contoh : modul basis*
  3. Kata (file type) : mencari berdasarkan format/type file tertentu Contoh : normalisasi database filetype:ppt
  1. Kutipan (“ “) : mencari kata/frase yang spesifik Contoh : “modul oracle“
  2. Tanda (*) : mencari kata atau frase yang hilang (lupa) Contoh : modul basis*
  3. Kata (file type) : mencari berdasarkan format/type file tertentu Contoh : normalisasi database filetype:ppt
  4. Tanda Pisah (-) : mengecualikan kata kunci tertentu Contoh : modul mysql –academia
  5. Mencari informasi pada sebuah situs web tertentu Contoh : Site: polije cpns |cpns: polije
  6. Titik 2x (..) : mencari diantara dua nilai/waktu Contoh : Presiden Indonesia 2010..2021

DIGITAL CULTURE  – Dr. DEDI SAHPUTRA, MA (Dosen Fisipol Universitas Medan Area) dengan tema : “MENGENAL LEBIH JAUH CARA MENYUARAKAN PENDAPAT DI DUNIA DIGITAL”

Dedi menjelaskan Hak dan Kewajiban berpendapat di dunia digital, yaitu perspektif Kebebasan dan Inovasi serta perspektif Etika dan Hukum.

Data yang diambil dari katada insight center, sumber media yang biasa di akses untuk mendapatkan informasi adalah melalui Media Sosial (76%) dan Televisi (60%), sumber media yang paling dipercaya untuk informasi adalah TV (50%) dan Media Sosial (20%), sedangkan khusus media sosial mana yang paling dipercaya adalah Whatsapp (55%), FB (27%) dan IG (12%).

Data dari responden yang diambil, pengalaman menyebarkan hoax dengan pertanyaan “apa alasan menyebarkan berita hoax”, sebanyak 68% menjawab hanya meneruskan berita yang tersebar (tidak terlalu dipikirkan apakah berita tersebut hoax atau bukan) dan sebanyak 56% menjawab tidak tahu berita tersebut tidak benar.

DIGITAL SAFETY  – Bp. ABDULLAH UMAR (Pegiat Literasi Digital dan RTIK Blitar), Tema : “TIPS DAN TRIK MENGHINDARI PENIPUAN DIGITAL”

Abdullah memberikan tips agar tetap waspada dalam menghindari penipuan digital, antara lain :  Menjaga informasi pribadi , jangan memberikan kode OTP, jangan mudah tergiur dengan hadiah/keuntungan yang ditawarkan,  tidak mentransfer ke rekening pribadi dan hanya percaya informasi di situs resmi.

Penipuan lewat media sosial terbanyak adalah dari Instagram, Whatsapp, Facebook dan SMS. Dijelaskan pula beberapa ciri ciri penipuan, antara lain harga jauh lebih murah, akun baru dibuat, tolak COD, tolak kirim foto /video call dan informasi produk minim. Muhammad pun menjelaskan untuk tips aman, diantaranya periksa identitas penjual dan ulasan produknya, belanja di situs online ternama dan terpercaya, pastikan keaslian foto barangnya, jangan beri banyak informasi.

Untuk jenis penipuan di Perbankan biasanya melalui telepon, skimming (mencuri data kartu), online (meretas akun) dan yang diincar pelaku adalah PIN, OTP dan CVV (Card Verification Code). Untuk menghidarinya, jangan membagikan data nomer kartu ATM/ Kartu Kredit, nama ibu kandung, tanggal lahir, nomer rekening dan nomer telepon.

Abdullah memberikan informasi untuk pengaduan penipuan dapat ke @aduanBRTI dengan melakukan rekam atau capture SMS penipuan, kirim nomer penerima dan pengirim SMS.

DIGITAL ETHIC  – MUHAMMAD NOOR HASAN SIREGAR, ST., M.Kom (Dosen Universitas Graha Nusantara) Thema : “ETIKA BERJEJARING : JARIMU HARIMAUMU”

Dalam pemaparannya, Muhammad Noor menjelaskan kenapa terjadi penyebaran berita hoax, antara lain : berpikiran negatif, bentuk partisipasi dan FOMO ( Fire of Missing Out) atau ketakutan ketinggalan hal baru / tren dan mencari keuntungan.

Cara stop berita hoax menurut Muhammad, diantaranya cek alamat situs, detil visual, referensi sumber berita, dan sebagainya. Yang perlu dilakukan dalam melindungi data pribadi adalah tanyakan untuk apa data diminta, jangan asal posting  dan pergunakan tools  yang dapat melindungi data pribadi. Dan harus hati hati menyebarkan berita yang belum tentu benar dengan banyaknya pasal hukum yang menjerat.

Muhammad diakhir pemaparannya menyarankan gunakan media sosial  dengan positif.

 SHARING SESSION- YULIE SUCITA  (Influencer, 10K Followers )

Yulie membahas harus menguasai media digital, karna media digital dapat mencari informasi, belajar dan mengembangkan bakat.  Harus mencari infomasi dengan bijak, lebih hati-hati dalam memberi komentar, dan memperhatikan ketikan di social media. Mencari informasi di media digital dapat menghemat waktu dan menghemat uang. (en)

TP PKK Kabupaten Asahan Berikan Pembinaan Tertib Administrasi di Desa Pasiran

0

DETEKSI.co – Asahan, Desa Pasiran yang menjadi perwakilan Desa di Kabupaten Asahan dalam lomba Tertib Administrasi Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Provsu) hari ini, Jum’at (02/07/2021) diberikan pembinaan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Asahan Ny. Hj. Titiek Sugiharti Surya di Aula Kantor Desa Pasiran.

Dalam arahannya Ketua TP PKK Kabupaten Asahan yang didampingi oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Asahan, Camat Kecamatan Sei Dadap, Kepala Desa Pasiran, Ketua TP PKK Kecamatan Sei Dadap dan Ketua TP PKK Desa Pasiran mengatakan, agar para kader aktif dalam mengikuti lomba ini, karena ini merupakan suatu kebanggaan TP PKK Kabupaten Asahan, jika kita dapat menjadi juara dan mewakili TP PKK Provinsi Sumatera Utara ditingkat Nasional.

Beliau juga berharap, kita harus bekerja secara maksimal untuk mendapatkan hasil yang terbaik, sehingga hasil yang kita peroleh tidak mengecewakan.

Kepada Dinas terkait, Camat Kecamatan Sei Dadap dan Kepala Desa saya meminta, agar memberikan dukungan penuh kepada Desa Pasiran dalam perlombaan ini.

“Saya yakin dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Asahan dan semangat dari ibu-ibu kader, Desa Pasiran dapat menjadi juara di tingkat Provinsi Sumatera Utara,” tutup beliau.(Dek)

Ketahuan Kantongi Sabu, Tim Srigala Telmeng Ringkus Pegawai Honor PT. KAI

0

Deteksi.co – Sergai, Tim Srigala Polsek Teluk Mengkudu, Polres Serdang Bedagai meringkus pelaku inisial D (33) warga Mekar Sentosa, Lingkungan III, Kelurahan Rambutan, Kecamatan Tebingtinggi, Kota Madya TebingTinggi, Sumatera Utara.

Pelaku D yang sehari harinya bekerja sebagai Honorer PT. Kereta Api Indonesia (KAI) di Serdang Bedagai yang ditangkap dalam kasus narkotika jenis sabu, Kamis (1/7/2021) sekira pukul 15:30, tepatnya Dusun I Desa Pon Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Hasil penangkapan, petugas kepolisian berhasil menyita barang bukti 1 buah plastik klip transfaran ukuran kecil berisi sabu yang dibungkus dengan kertas kardus, 1 unit sepeda motor Yamaha Vega R nopol 3588XM warna hitam, 1 buah HP Samsung J70Ai, 1 buah HP merk nokia.

Kapolres Serdang Bedagai Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Robin Simatupang didampingi Kapolsek Teluk Mengkudu, Ajun Komisaris Polisi (AKP) J Sagala, Jumat (2/7/2021) membenarkan penangkapan tersebut.

Menurut J Sagala, penangkapan pelaku menindak lanjuti informasi  dari masyarakat yang menginformasikan maraknya penggunaan narkotika di Desa Matapao Kecamatan Teluk Mengkudu.

Diduga barang bukti tersebut berasal dari peredaran narkotika atau transaksi penyalahgunaan narkoba jenis sabu sabu di areal tanaman kelapa sawit Divisi V milik PT Rambung Silang Estate Desa Sei Rampah, Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Atas informasi, tim Srigala Polsek Teluk Mengkudu melakukan penyelidikan dan pengamatan lokasi tempat kejadian perkara. Setiba dilokasi tim melihat seorang pria yang lagak mencurigakan dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega warna hitam meninggal lokasi.

Selanjutnya, tim membututi seorang pria tersebut. Setiba di Dusun I Desa Pon Kecamatan Sei Bamban, Sergai tim langsung mengamankan dan melakukan introgasi terhadap pelaku.

Setelah di Geledah petugas menemukan barang bukti 1 plastik klip transfaran ukuran kecil berisi sabu sabu yang dibungkus dengan kertas kardus yang diselipkan pelaku dibatang sepeda motor milik pelaku.

Atas perbuatnya, pelaku dan barang bukti langsung diamankan ke komando dan dilipahkan ke Satres Narkoba  Polres Serdang Bedagai guna proses lebih lanjut”pungkas Kapolres Serdang Bedagai (Budi).

FW & LSM Kalbar Indonesia Ngopi Bareng Ketua DPRD Sanggau

0

Deteksi.co – Sanggau, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Jumadi, S.Sos ngopi bareng bersama Wan Daly S Sekjen FW&LSM Kalbar Indonesia ,serta beberapa orang anggota wartawan yang tergabung dalam FW&LSM Kalbar Indonesia dari beberapa media .

Bertempat di Aming Kopi Kota Sanggau, jumat (2/7) pagi.

Jumadi S.Sos mengatakan baru menyelesaikan masa resesnya selama 1 minggu di daerah pemilihannya (Dapil 3), meliputi Kec. Parindu, Kec.Tayan Hulu dan Kec.Balai Batang Tarang.
Bahkan baru saja menyelesaikan laporan nya untuk yang pertama bersama rekan kerjanya Edi di DPRD Sanggau.

Jumadi.S.sos, mengatakan juga mengenai tugas dan fungsi DPRD ,diantaranya memiliki tiga fungsi, yaitu :
Legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah Anggaran, Kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD),Pengawasan, Kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.

Tugas dan wewenang DPRD adalah:
Membentuk peraturan daerah bersama kepala daerah. Membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang diajukan oleh kepala daerah.

Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD.
Mengusulkan: Untuk DPRD provinsi, pengangkatan/pemberhentian gubernur/wakil gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan/pemberhentian.
Untuk DPRD kabupaten, pengangkatan/pemberhentian bupati/wakil bupati kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur.
Untuk DPRD kota, pengangkatan/pemberhentian wali kota/wakil wali kota kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur.

Memilih wakil kepala daerah (wakil gubernur/wakil bupati/wakil wali kota) dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah.

Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah terhadap rencana perjanjian internasional di daerah.
Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama internasional yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Meminta laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama dengan daerah lain atau dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah.

Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memiliki hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. Anggota DPRD memiliki hak mengajukan rancangan peraturan daerah, mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat, memilih dan dipilih, membela diri, imunitas, mengikuti orientasi dan pendalaman tugas, protokoler, serta keuangan dan administratif.

DPRD berhak meminta pejabat negara tingkat daerah, pejabat pemerintah daerah, badan hukum, atau warga masyarakat untuk memberikan keterangan. Jika permintaan ini tidak dipatuhi, maka dapat dikenakan panggilan paksa (sesuai dengan peraturan perundang-undangan). Jika panggilan paksa ini tidak dipenuhi tanpa alasan yang sah, yang bersangkutan dapat disandera paling lama 15 hari (sesuai dengan peraturan perundang-undangan).

Penulis : Didi/Tasya

Vandiko akan Buka 128 Alun – alun Desa

0

DETEKSI.co – Samosir, Selain usulan proyek – proyek berskala besar ke Dirjen Bina Marga Pusat, Bupati Samosir Vandiko Gultom sudah dan akan melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti  lanjutan pembukaan Bantar Desa di Kecamatan Onan Runggu, di Desa Sitamiang menuju Janji Matogu dengan lebar 12 meter. Tanpa ganti rugi. Ini model permintaan aspirasi desa yang akan dilanjutkan di 128 desa di Samosir, ujar Vandiko kepada deteksi, Jumat (2/7) sore.

Untuk itu, Vandiko sudah memprogram 9 plat alat berat di tiap kecamatan. Program seperti ini juga akan membuka ladang dengan konsep dari masyarakat desa untuk masyarakat desa dan oleh aspirasi desa.

Bersamaan dengan itu pula,  akan dibuka 128 alun=alun desa untuk lapangan acara dan permainan anak – anak muda seperti sepakbola. (en)