Pengendalian Inflasi Sumut Diperkuat, Pemprov Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Rumah Tani Nusantara

DETEKSI.co-Medan, Pengendalian inflasi Sumut menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui penjajakan kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat stabilitas harga pangan dengan memanfaatkan teknologi pertanian, memperbaiki rantai pasok hortikultura, serta mengoptimalkan sistem perdagangan komoditas pangan.

Pembahasan kerja sama tersebut berlangsung saat Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sulaiman Harahap menerima audiensi jajaran Direksi PT Rumah Tani Nusantara bersama Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (3/7/2026).

Pengendalian inflasi Sumut dinilai membutuhkan kolaborasi yang mampu menjaga keseimbangan antara produksi, distribusi, dan pemasaran komoditas pangan. Karena itu, Pemprov Sumut menyambut baik konsep yang ditawarkan PT Rumah Tani Nusantara sebagai mitra strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sulaiman Harahap mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga masyarakat tidak terbebani akibat lonjakan harga.

Ia mencontohkan pengalaman sebelumnya ketika harga cabai mengalami kenaikan tajam. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bahwa sistem pengelolaan pasokan yang lebih tertata sangat dibutuhkan agar gejolak harga dapat diminimalkan.

“Kita maunya masyarakat tenang dan nyaman. Belajar dari pengalaman lalu di mana harga komoditas seperti cabai sempat melonjak tinggi, kehadiran sistem penataan pasokan seperti ini sangat kita butuhkan. Saya berharap ada pembicaraan yang lebih teknis dan mendalam setelah ini untuk merumuskan formula kerja sama yang aman dan sesuai ketentuan,” ujar Sulaiman.

Selain itu, Sulaiman meminta PT Rumah Tani Nusantara segera membangun komunikasi yang lebih intensif dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Sumut.

Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka peluang kemitraan perdagangan yang lebih luas, memperkuat jaringan distribusi komoditas pangan, sekaligus meningkatkan kapasitas penyimpanan atau storage sehingga pasokan tetap terjaga sepanjang tahun.

Sementara itu, Deputi Direktur BI Perwakilan Sumut Abdul Khalim menegaskan Bank Indonesia terus mendukung berbagai langkah pengendalian inflasi yang saat ini menunjukkan kondisi semakin kondusif.

Menurutnya, kehadiran PT Rumah Tani Nusantara dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan kebutuhan pasar.

Ia menjelaskan, jaringan pemasaran yang dimiliki perusahaan tersebut diharapkan mampu menyerap hasil panen ketika produksi melimpah sehingga harga di tingkat petani tidak jatuh. Sebaliknya, ketika pasokan berkurang, perusahaan dapat menjadi pemasok untuk memenuhi kebutuhan pasar dan membantu menekan laju inflasi.

“Harapan kami, jaringan yang dimiliki Rumah Tani Nusantara bisa berpartner terutama dari sisi manajemen penjualan saat produksi berlebih (surplus) agar harga di tingkat petani tidak anjlok. Sebaliknya, saat pasokan menipis, mereka bisa berkolaborasi menjadi pemasok pangan guna menekan laju inflasi,” kata Abdul Khalim.

Ia juga menyampaikan bahwa sistem data perdagangan digital yang sedang dipersiapkan akan menjadi instrumen penting dalam memantau pergerakan harga komoditas secara lebih cepat.

Melalui sistem tersebut, pemerintah diharapkan dapat melakukan analisis lebih dini terhadap potensi gejolak harga sehingga kebijakan intervensi pasar dapat dilakukan secara tepat sasaran dan berbasis data.

Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara Bachtiar menjelaskan perusahaannya bergerak di bidang konsultan pertanian, kemitraan, dan perdagangan yang siap mendukung penguatan ketahanan pangan di Sumatera Utara.

Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi pertanian yang besar sekaligus berada pada posisi strategis dalam jaringan distribusi perusahaan yang telah menjangkau Pekanbaru, Batam, hingga pasar ekspor.

Bachtiar menilai salah satu tantangan yang masih dihadapi petani adalah masuknya pasokan dari luar daerah tanpa tata kelola yang baik sehingga berdampak terhadap anjloknya harga hasil panen petani lokal.

Karena itu, PT Rumah Tani Nusantara menawarkan sistem pengelolaan distribusi yang lebih terintegrasi. Saat Sumatera Utara mengalami surplus produksi, perusahaan siap menyalurkan komoditas ke berbagai wilayah lain melalui jaringan distribusi yang telah dimiliki. Sebaliknya, ketika terjadi kekurangan pasokan, perusahaan siap memasok kebutuhan pangan agar harga tetap stabil.

Dalam pemaparannya, PT Rumah Tani Nusantara juga memperkenalkan ekosistem bisnis yang telah mengelola kemitraan lahan seluas lebih dari 15.000 hektare dan memberdayakan puluhan ribu petani melalui berbagai program, termasuk regenerasi petani muda.

Pada tahun 2026, perusahaan tersebut juga menyiapkan pengembangan sarana logistik guna mempercepat distribusi komoditas hortikultura, seperti cabai, kentang, dan bawang dari sentra produksi di Kabupaten Karo serta daerah lainnya di Sumatera Utara.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti pembahasan melalui forum yang lebih formal dengan melibatkan organisasi perangkat daerah dan BUMD terkait.

Kerja sama itu diharapkan berlanjut pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar penguatan stabilitas ekonomi daerah, peningkatan ketahanan pangan, serta pengendalian inflasi di Sumatera Utara secara berkelanjutan. (Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER

[wpp post_type='post' limit=5 range='daily' order_by='views']