DETEKSI.co-LAMPUNG, Sektor pariwisata Provinsi Lampung mencatat kinerja yang sangat baik sepanjang tahun 2025 dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah, Minggu (11/1/2026).
Pertumbuhan signifikan tercermin dari lonjakan kunjungan wisatawan serta kontribusi ekonomi yang dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Sepanjang 2025, Lampung berhasil menarik sebanyak 24.702.664 kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, tumbuh 53,50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi salah satu tertinggi di Pulau Sumatera dan melampaui rata-rata pertumbuhan nasional, menandai transformasi Lampung sebagai primadona baru pariwisata nasional.
Sektor pariwisata menyumbang nilai ekonomi sebesar Rp53.110.727.600.000 terhadap perekonomian daerah. Rata-rata pengeluaran wisatawan mencapai Rp2.150.000 per kunjungan per orang, dengan total perputaran uang mencapai Rp53,11 triliun. Lebih dari 3.000 UMKM di berbagai sektor terkait memperoleh dampak positif, sementara sektor ini juga menyerap lebih dari 254.298 tenaga kerja formal dan informal.
Namun demikian, industri perhotelan belum menunjukkan pemulihan yang sepadan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) rata-rata hotel berbintang tercatat 48,93 persen, sedangkan hotel nonbintang hanya mencapai 25,60 persen. Fenomena ini disebabkan dominasi perjalanan singkat yang belum mampu mendorong lama tinggal wisatawan. Bahkan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, tingkat hunian kamar mengalami penurunan sekitar 5,7 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Rendahnya tingkat penghunian kamar dianggap sebagai tantangan struktural, sehingga diperlukan langkah strategis seperti penguatan destinasi unggulan, penyelenggaraan event berbasis pengalaman, serta integrasi pariwisata dengan ekonomi kreatif dan budaya lokal agar Lampung tidak lagi menjadi daerah persinggahan saja.
Dengan pendekatan tersebut, Lampung diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperbaiki tingkat hunian hotel dan memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (Yusri)






