
DETEKSI.co – Dairi, Akses Sidikalang, Tele yang berstatus jalan nasional yang sempat tertimbun material longsor, Minggu (19/4/2025) sore, dinormalisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi.
“Sekitar pukul 20.00 Wib, material longsor berhasil dievakuasi dan jalur transportasi yang sempat terhenti hingga beberapa jam, kembali normal”, demikian dikutip dari lansiran Diskominfo pada laman facebook Pemerintah Kabupaten Dairi.
Titik longsor berada di Pangiringan, Desa Parbuluan V, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. Di lokasi dimaksud, material longsor bersumber dari tebing disisi jalan menutup badan jalan menyebabkan lalu lintas terhenti.
Jalur dimaksud cukup vital karena mengkoneksikan beberapa wilayah kabupaten, diantaranya menghubungkan Kabupaten Dairi dengan Kabupaten Samorir, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan wilayah lainnya seperti akses Dairi menuju Bandara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara.
Peristiwa dipicu tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari belakangan.
Kepala BPBD Dairi, Dekman Sitopu menyebut, penanganan yang dilakukan sebagai tindak lanjut (tinjut) dari arahan Bupati Dairi, Vickner Sinaga yang menekankan pentingnya respons cepat untuk memulihkan akses masyarakat.
Setelah menerima laporan dari pemerintah kecamatan Parbuluan, tim BPBD segera mengerahkan tim satuan tugas beserta operator alat berat ke lokasi kejadian.
Penanganan dilakukan secara terpadu bersama unsur kecamatan dan masyarakat setempat. Selain pembersihan material longsor, petugas juga melakukan pengaturan arus kendaraan yang sempat memanjang.
“Laporan diterima sekitar pukul 17.00 Wib, dan melalui kerja seluruh tim, akses berhasil dibuka untuk dilalui kenderaan sekitar pukul 20.00 Wib walau dengan pengaturan terbatas untuk mengurai kemacetan panjang yang sebelumnya terjadi”, rinci Dekman.
Untuk memastikan jalur kembali normal dan aman untuk dilalui, proses pembersihan kemudian dilanjutkan dan dituntaskan, Senin (20/4/2026)
Peristiwa itu diharapkan, menjadi peringatan dini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang terjadi. Sinergitas antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan cepat di lapangan.(NGL/JLO)





