DETEKSI.co-LAMPUNG, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nuar Maju, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Sabtu (20/12/2025).
Dalam kunjungan tersebut, beliau meninjau langsung fasilitas pengering padi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan implementasi Desa Digital, dengan fokus utama mendorong percepatan hilirisasi pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Dalam arahannya, Gubernur menekankan perlunya perubahan pola pikir mendasar di sektor pertanian, yaitu dari sekadar menjual gabah beralih ke penjualan beras melalui proses hilirisasi. Beliau mengungkapkan keprihatinan atas fenomena petani yang menjual gabah basah ke luar daerah seperti Pringsewu, Metro, hingga Sumatera Selatan, namun masyarakat Way Kanan kemudian harus membeli kembali beras dengan harga lebih tinggi akibat rantai distribusi yang panjang.
“Masyarakat Lampung setiap tahun harus mengeluarkan 300 sampai 400 miliar rupiah per tahun karena selisih harganya,” ujar Gubernur.
Untuk menjaga stabilitas harga gabah, beliau menargetkan pembangunan ratusan unit mesin pengering di desa-desa sentra padi pada tahun depan. Di Way Bahuga, Gubernur mengapresiasi keberadaan Rice Milling Unit (RMU) yang sudah siap beroperasi dan menantang pemerintah daerah setempat untuk segera memproduksi beras kemasan lokal.
“Saya minta bulan Februari 2026 nanti, sudah ada peluncuran ‘Beras Way Kanan’. Pasarkan melalui koperasi, BUMDes, hingga warung-warung lokal. Biarkan masyarakat Way Kanan makan beras dari yang ditanam sendiri oleh saudara-saudaranya di Way Kanan. Itu namanya hilirisasi,” tambahnya.
(Dinaskominfotiklampung/Yusri)


