DETEKSI.co-Gunungsitoli, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya memberikan motivasi kepada puluhan siswa yang tinggal di Asrama UPTD Pelayanan Sosial Anak Dinas Sosial Sumut di Kota Gunungsitoli, Senin (20/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Surya mengajak para pelajar untuk terus berbuat baik, tekun belajar, dan menjadikan keterbatasan sebagai semangat meraih masa depan yang lebih baik.
Kunjungan ini menjadi agenda pertama dalam program Berkantor di Nias yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kedatangan Wagub disambut hangat melalui penampilan tarian dan nyanyian dari para siswa penghuni asrama sebelum meninjau berbagai fasilitas, termasuk kamar tempat tinggal mereka.
Asrama UPTD Pelayanan Sosial Anak menampung siswa dari berbagai kabupaten dan kota di Kepulauan Nias. Mereka berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang membutuhkan dukungan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Sebelum tinggal di asrama, sebagian siswa harus menempuh perjalanan sejauh 5 hingga 12 kilometer setiap hari untuk berangkat ke sekolah. Kehadiran asrama memberikan akses tempat tinggal yang lebih layak sehingga mereka dapat lebih fokus mengikuti proses belajar.
Mendengar kisah tersebut, Surya berpesan agar para siswa selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, setiap sikap baik yang diberikan kepada orang lain akan kembali menjadi kebaikan bagi diri sendiri.
“Berikanlah yang terbaik yang kamu miliki, karena yang baik itu pasti akan kembali kepadamu. Apakah tutur katanya, perilakunya, budi bahasa, hatinya. Kepada siapa saja, terutama kepada guru, orang tua, kawan dan siapapun. Begitu juga sebaliknya, apa yang kita berikan, akan kembali ke kita,” ujar Surya.
Dalam dialog bersama para siswa, Wagub berbincang dengan Denny Zebua, siswa kelas III SMA asal Kabupaten Nias, Agnes Zalukhu dan Intan Waruwu yang duduk di kelas II SMA asal Kabupaten Nias Utara, serta Tifon Harefa, siswa kelas III SMA asal Gunungsitoli Selatan.
Surya mengaku senang melihat perubahan positif yang dirasakan para siswa sejak tinggal di asrama. Ia berharap mereka terus meningkatkan prestasi belajar dan tetap bersemangat mengejar cita-cita.
“Saya dengar anak-anak hidupnya sudah enak di sini, artinya kehidupan kalian lebih baik. Karena memang hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Cita-cita yang anak-anak sebutkan tadi adalah keinginan yang sangat mulia,” kata Surya.
Pada kesempatan tersebut, Surya yang didampingi Kepala Dinas Sosial Sumut Adi Putra Parlaungan juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang mendampingi dan membina para siswa selama tinggal di asrama.
Selain memberikan motivasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memaparkan rencana revitalisasi gedung Asrama dan Kantor UPTD Pelayanan Sosial Anak Gunungsitoli. Meski kondisi bangunan masih bersih dan tertata, sebagian fasilitas dinilai sudah memerlukan perbaikan agar pelayanan kepada anak-anak semakin optimal.
Surya mengatakan revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pemerataan pembangunan di Kepulauan Nias sesuai arahan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Menurutnya, sebagai kawasan yang masih masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Kepulauan Nias membutuhkan dukungan berkelanjutan agar angka kemiskinan dapat ditekan dan akses layanan sosial semakin baik.
“Sebagaimana arahan Pak Gubernur Bobby Nasution, bagaimana Kepulauan Nias sebagai daerah kategori 3T, kita harus mengentaskan kemiskinan. Kalau bisa tidak ada lagi yang tertinggal. Karena itu kami meminta dukungan semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat,” ujarnya.
Usai meninjau asrama, Wagub juga melihat langsung kondisi Kantor UPTD Pelayanan Sosial Anak Gunungsitoli yang turut masuk dalam rencana peningkatan sarana dan prasarana oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Sementara itu, mewakili penghuni asrama, Agnes Zalukhu dan Intan Waruwu mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan tinggal di fasilitas milik Dinas Sosial Sumut tersebut. Mereka merasa memperoleh lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh perhatian sehingga dapat lebih fokus belajar.
Keduanya berharap semakin banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kepulauan Nias dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk tinggal di asrama dan melanjutkan pendidikan.
“Kami semua sudah merasa bahagia tinggal di sini. Awalnya saya takut karena jauh dari orang tua, tetapi ternyata semuanya baik. Petugas dan teman-teman menyayangi kami. Kami berharap lebih banyak lagi anak-anak kurang mampu di Kepulauan Nias bisa tinggal di tempat ini,” ujar mereka. (Ril)


